Kolaborasi perguruan tinggi dan industri menjadi salah satu ruang strategis untuk mendorong pembangunan Sumatera Barat. Hal tersebut mengemuka dalam kunjungan silaturahmi Tim PT Semen Padang ke Institut Teknologi Padang (ITP) pada Rabu (23/09), dengan pembahasan peluang kerja sama untuk memaksimalkan produk lokal serta menghadirkan kontribusi nyata bagi masyarakat dan daerah. Rektor ITP, Prof. Dr.Eng. Ir. Maidiawati, S.T., M.Eng., IPM. bersama jajaran pimpinan menyambut peluang tersebut. Beliau menyampaikan kesiapan ITP mendukung program PT Semen Padang sekaligus menjalankan amanat Kementerian melalui kolaborasi lintas sektor. Pertemuan turut dihadiri Ketua Yayasan Pendidikan Teknologi Padang, Ampri Satyawan, S.E., M.M., serta Bendahara Yayasan, Donny Hardia, S.IP. Kepala Seksi Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) atau Corporate Social Responsibility (CSR) PT Semen Padang, Edi Fahrizal, S.E., menyampaikan pentingnya menggandeng perguruan tinggi untuk membangun negeri. Menurutnya, kolaborasi dapat diarahkan pada pelaksanaan Tri Dharma, pemberdayaan masyarakat, peningkatan potensi wilayah, serta upaya meningkatkan taraf hidup masyarakat di Sumatera Barat.Beliau juga menuturkan bahwa ITP memiliki peluang untuk menjadi trendsetter dalam menghadirkan inovasi lingkungan di lingkungan perguruan tinggi. Salah satunya melalui gagasan kampus zero waste yang tidak hanya menempatkan pengelolaan sampah sebagai persoalan lingkungan, tetapi juga sebagai ruang untuk melahirkan teknologi, inovasi, dan model pengelolaan yang dapat diterapkan secara lebih luas. Menurutnya, langkah tersebut sejalan dengan kebutuhan menghadirkan solusi konkret dan berkelanjutan bagi Sumatera Barat. Sebagai Perguruan Tinggi Terbaik di Sumbar, ITP memiliki sejumlah potensi yang dapat dikembangkan bersama industri. Wakil Rektor III, Firmansyah David, S.T., M.Eng., Ph.D., mengulas peluang tindak lanjut kerja sama sebelumnya, termasuk riset, kemitraan, pembaruan dokumen kerja sama, peluang studi lanjut bagi karyawan Semen Padang, hingga keterlibatan dalam pengembangan program bersama.Salah satu pembahasan yang mendapat perhatian ialah isu lingkungan dan tantangan dalam menghadirkan teknologi pengelolaan sampah, khususnya kebutuhan menghadirkan mesin pengolahan sampah anorganik berkapasitas 1 ton per jam. Menjawab tantangan tersebut, ITP siap mengembangkan inovasi melalui karya Prof. Dr. Ir. Muhammad Yahya, M.Sc. Inovasi tersebut diarahkan untuk pengembangan berskala industri dan berpotensi mendukung pengurangan limbah serta penerapan konsep green industry. Potensi kolaborasi juga mencakup bidang Teknik Lingkungan, praktikum laboratorium, serta pengembangan sumber daya manusia. Sales Promotion Officer SIG, Arfan Asmara Putra menyampaikan dukungan terhadap kegiatan praktikum di laboratorium ITP. Sementara itu, Wakil Rektor II, Prof. Dr.Eng. Ir. Yusreni Warmi, S.T., M.T., IPM. membahas peluang RPL dan keterlibatan dosen praktisi. Pembahasan turut mencakup peluang kuliah tamu, penerimaan mahasiswa baru Magister Teknik Sipil, serta pengembangan kerja sama lainnya. Kepala Biro Humas, Promosi, dan PMB, Dr. Herix Sonata MS, M.Si., Kepala Prodi Magister Teknik Sipil, Ir. Leli Honesti, Ph.D., Dekan Fakultas Vokasi, Dr. Fajar Nugroho, M.T., dan Kepala Laboratorium Teknik Sipil Sarjana, Dr. Hamdeni Medriosa, M.T. turut mengikuti diskusi yang dipandu Kepala Biro Layanan Terpadu, Hamdi Habdillah, M.Kom. Created By Widia/Humas ...
Inovasi teknologi kembali lahir dari alumni Teknik Mesin Institut Teknologi Padang (ITP). Decky Seprianto, S.T., berhasil memperoleh paten dari Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) melalui invensi berjudul “Mesin Perontok Gabah Selesai dalam Satu Proses”, yang menjadi capaian sekaligus bukti pemanfaatan ilmu teknik secara aplikatif. Paten tersebut menjadi pencapaian tersendiri bagi Decky sebagai alumni Teknik Mesin ITP. Invensi yang dihasilkan mengangkat teknologi pengolahan gabah sebagai objek pengembangan, dengan gagasan mesin yang dapat menyelesaikan proses perontokan dalam satu tahapan. Karya ini menunjukkan bagaimana keilmuan teknik dapat diarahkan untuk menghasilkan teknologi yang memiliki nilai guna. Perolehan paten dari DJKI memberikan perlindungan kekayaan intelektual terhadap invensi yang dihasilkan. Bagi seorang inventor, sertifikat paten tidak hanya menjadi pengakuan atas karya teknologi, tetapi juga membuka peluang agar inovasi dapat dikembangkan lebih lanjut melalui pemanfaatan, pengembangan teknologi, maupun kerja sama dengan berbagai pihak. Sebagai Perguruan Tinggi Terbaik di Sumbar, ITP terus mendorong budaya inovasi dan penerapan ilmu pengetahuan yang dapat memberikan manfaat nyata. Jejak Decky sebagai alumni Teknik Mesin menunjukkan bahwa proses pembelajaran di perguruan tinggi dapat menjadi fondasi bagi lahirnya karya teknologi yang kemudian berkembang dan memperoleh perlindungan kekayaan intelektual. Meski informasi yang tersedia belum merinci spesifikasi teknis, kapasitas, maupun mekanisme kerja mesin tersebut, judul invensi menunjukkan fokus pada penyelesaian proses perontokan gabah dalam satu proses. Pengembangan teknologi seperti ini memiliki keterkaitan dengan kebutuhan sektor pertanian, khususnya pada tahapan pengolahan hasil panen setelah gabah dipanen. Capaian Decky juga menambah catatan kontribusi alumni ITP dalam menghasilkan inovasi berbasis teknologi. Paten yang diperoleh menjadi bagian dari perjalanan profesional sekaligus menunjukkan bahwa karya alumni dapat berkembang melampaui lingkungan akademik dan mendapatkan perlindungan resmi melalui sistem kekayaan intelektual nasional. Keberhasilan tersebut diharapkan menjadi inspirasi bagi mahasiswa dan alumni ITP untuk terus mengembangkan gagasan menjadi karya yang memiliki nilai guna. Dari ruang pembelajaran Teknik Mesin hingga memperoleh paten DJKI, perjalanan Decky Seprianto memperlihatkan bahwa inovasi dapat menjadi langkah lanjutan untuk membawa ilmu teknik hadir dalam kebutuhan kehidupan sehari-hari. Jejak inovasi Decky sebenarnya telah terlihat sejak masih menjadi mahasiswa Teknik Mesin ITP. Pada 2025, ia bersama tim berhasil memperoleh pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) skema Riset Eksakta melalui karya “Brina: Analisis Biobriket Non Adhesive dari Pemanfaatan Limbah Serat TKKS dan Cangkang Sawit sebagai Sumber Energi Terbarukan”. Tim tersebut menjadi satu-satunya perwakilan ITP yang lolos seleksi nasional dari ribuan proposal yang masuk ke Kemendiktisaintek. Created By Widia/Humas ...
Pengalaman internasional kembali mewarnai perjalanan empat Engineer Muda Teknik Sipil Institut Teknologi Padang (ITP) selama mengikuti program di Malaysia. Muhammad Rizky Efendi, Falih Dio Pratama, Radhitya Antony, dan Nafila Febriana Diza turut ambil bagian dalam INTI World Physioday (IWPD) 15.0 yang berlangsung pada 1 hingga 2 September 2026. Kegiatan tersebut menjadi kesempatan bagi para mahasiswa untuk berinteraksi langsung dalam agenda internasional yang mempertemukan peserta dari berbagai latar belakang. Keempat Engineer Muda ITP turut mengikuti sejumlah assessment yang diselenggarakan panitia. Aktivitas ini memberikan pengalaman baru sekaligus mendorong mereka untuk berani berpartisipasi dalam kegiatan berskala internasional. Keterlibatan dalam IWPD15.0 juga menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan beradaptasi di lingkungan baru. Mengikuti assessment bersama peserta lainnya membuat mereka dapat merasakan atmosfer kegiatan internasional secara langsung, sekaligus memperoleh pengalaman dalam berkomunikasi dan berinteraksi dengan individu dari latar belakang yang beragam.Tidak hanya mengikuti agenda kegiatan, keempat mahasiswa juga terlibat aktif dalam aktivitas pembelajaran di kelas. Mereka belajar bersama teman-teman internasional lainnya, sehingga pengalaman akademik yang dijalani selama berada di Malaysia semakin beragam. Interaksi tersebut membuka ruang pertukaran pengalaman dan memperluas pertemanan lintas negara. Sebagai Perguruan Tinggi Terbaik di Sumbar, ITP terus memberikan ruang bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman akademik di lingkungan internasional. Program seperti ini menjadi kesempatan bagi Engineer Muda untuk mengenal suasana pembelajaran yang berbeda, membangun relasi, serta mengembangkan kemampuan komunikasi dan adaptasi di tengah lingkungan global.Bagi Muhammad Rizky Efendi, Falih Dio Pratama, Radhitya Antony, dan Nafila Febriana Diza, keterlibatan dalam IWPD15.0 menjadi bagian dari perjalanan mereka selama mengikuti program di Malaysia. Pengalaman di luar kelas berjalan beriringan dengan aktivitas akademik, menghadirkan cerita baru yang memperkaya proses pembelajaran sebagai mahasiswa Teknik Sipil. Perjalanan student mobility tersebut masih terus berlangsung. Setelah mengikuti kegiatan internasional dan berinteraksi bersama mahasiswa dari berbagai negara, para Engineer Muda ITP memiliki kesempatan untuk terus memperluas pengalaman selama berada di Malaysia. Setiap aktivitas menjadi bagian dari proses membangun kepercayaan diri, jejaring, dan kesiapan menghadapi lingkungan profesional yang semakin global. Created By Widia/Humas ...
Rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Institut Teknologi Padang (ITP) 2026 akhirnya sampai di penghujung cerita pada Kamis (17/09). Sejak pagi hingga sore, para Engineer Muda tetap menunjukkan energi terbaik, mengikuti rangkaian kegiatan yang memadukan pembekalan, kreativitas, hiburan, serta kebersamaan. Hari terakhir dibuka dengan sesi Minat Bakat dan ITP Berkaroke. Suasana kegiatan membuktikan bahwa calon Engineer Muda ITP tidak hanya memiliki ketertarikan pada teknologi dan bidang teknik, tetapi juga menyimpan beragam talenta. Panggung menjadi ruang bagi mahasiswa baru untuk tampil percaya diri, menunjukkan kreativitas, sekaligus menikmati momen bersama teman-teman seperjuangan. Pembekalan kemudian dilanjutkan dengan materi mengenai Anti Kekerasan di Perguruan Tinggi dan LGBT yang disampaikan Hj. Eva Yenita, M.Kes. Materi tersebut menjadi bagian dari rangkaian pembekalan mahasiswa baru sebelum memasuki kehidupan perkuliahan. Berbagai pengetahuan yang diberikan diharapkan menjadi bekal dalam membangun lingkungan kampus yang aman dan saling menghargai. Sebagai Perguruan Tinggi Terbaik di Sumbar, ITP juga menghadirkan ruang bagi mahasiswa untuk membangun karakter dan pengalaman sosial selama berada di lingkungan kampus. Semangat tersebut terasa melalui rangkaian yel-yel, games, dan pemutaran video. Tawa, teriakan, serta kekompakan mahasiswa baru membuat suasana hari terakhir semakin meriah dan penuh kebersamaan. Rangkaian kegiatan semakin hangat ketika para Engineer Muda mengikuti berbagai permainan dan aktivitas bersama. Momen tersebut tidak hanya menghadirkan hiburan setelah tiga hari pembekalan, tetapi juga menjadi kesempatan untuk mempererat pertemanan. Wajah-wajah yang sebelumnya masih asing perlahan menjadi teman baru yang akan menemani perjalanan akademik di kampus. Sebagai penutup, hadiah diberikan kepada para pemenang berbagai rangkaian kegiatan PKKMB 2026. Apresiasi tersebut menjadi bentuk penghargaan atas semangat, kreativitas, dan partisipasi mahasiswa baru selama kegiatan berlangsung. Tepuk tangan dan kegembiraan pun menutup rangkaian PKKMB dengan suasana hangat, meninggalkan kesan yang akan menjadi bagian dari cerita awal mereka di kampus. Tiga hari PKKMB ITP 2026 telah selesai, tetapi perjalanan para Engineer Muda baru saja dimulai. Dari mengenal kampus, menyerap ilmu, menunjukkan bakat, hingga membangun pertemanan, semuanya menjadi bekal menuju kehidupan perkuliahan. Selamat datang, Engineer Muda ITP 2026. Your Time, Your Move! Saatnya memulai, berkarya, dan berdampak. Created By Widia/Humas ...