Kebutuhan peningkatan kompetensi sumber daya manusia di bidang konstruksi terus berkembang seiring tuntutan pembangunan daerah. Menjawab kebutuhan tersebut, Institut Teknologi Padang melakukan kunjungan ke Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Sawahlunto, Rabu (12/8/2026), untuk menyosialisasikan Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) dan Magister Teknik Sipil. Kunjungan tersebut dipimpin Wakil Rektor III ITP, Firmansyah David, S.T., M.Eng., Ph.D., didampingi Kepala Biro Humas, Kerja Sama, dan PMB, Dr. Herix Sonata MS, M.Si., serta Ketua Program Studi S2 Teknik Sipil ITP, Ir. Leli Honesti, Ph.D. Kehadiran tim ITP disambut Kepala Dinas PUPR Kota Sawahlunto, Def Afrianto, S.T., bersama jajaran pejabat di lingkungan Dinas PUPR. Dalam pertemuan tersebut, tim ITP memperkenalkan peluang melanjutkan pendidikan tinggi melalui Program RPL dan Magister Teknik Sipil. Skema RPL memberikan ruang bagi pengalaman dan kompetensi yang telah diperoleh sebelumnya untuk diakui dalam proses pendidikan, sehingga dapat menjadi alternatif bagi tenaga profesional yang ingin meningkatkan kualifikasi akademik tanpa harus meninggalkan aktivitas pekerjaannya.Sementara itu, Program Magister Teknik Sipil ITP menjadi salah satu pilihan pengembangan kompetensi bagi aparatur dan tenaga profesional yang berkecimpung dalam pembangunan infrastruktur. Pertemuan dengan jajaran Dinas PUPR Sawahlunto sekaligus membuka ruang komunikasi mengenai kebutuhan pendidikan, kompetensi, dan pengembangan sumber daya manusia yang relevan dengan tantangan pembangunan daerah. Sebagai salah satu Perguruan Tinggi Terbaik di Sumbar, Institut Teknologi Padang terus membuka akses pendidikan yang lebih adaptif bagi masyarakat dan tenaga profesional. Melalui program RPL dan pendidikan pascasarjana, ITP berupaya menjembatani kebutuhan dunia kerja dengan pengembangan kompetensi akademik, khususnya pada bidang keteknikan yang memiliki peran penting dalam pembangunan infrastruktur.Kunjungan ke Dinas PUPR Kota Sawahlunto menjadi bagian dari upaya memperluas jejaring kemitraan sekaligus memperkenalkan program pendidikan ITP secara langsung kepada institusi pemerintah daerah. Interaksi ini diharapkan dapat membuka peluang kolaborasi lebih lanjut dalam pengembangan sumber daya manusia, khususnya bagi aparatur dan profesional bidang pekerjaan umum dan konstruksi. Melalui komunikasi yang terbangun dalam kunjungan tersebut, ITP dan Dinas PUPR Kota Sawahlunto memiliki ruang untuk melanjutkan pembahasan mengenai kebutuhan peningkatan kompetensi dan peluang kerja sama di masa mendatang. Sinergi pendidikan dan pemerintah daerah diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap lahirnya SDM konstruksi yang semakin kompeten dan mendukung pembangunan Kota Sawahlunto.Created By Widia/Humas ...
Pengalaman panjang di tengah proyek infrastruktur membuat sosok Ir. Wilton Wahab, M.Eng., IPM, memahami bahwa teknik sipil bukan sekadar hitungan, melainkan soal keselamatan dan kepercayaan. Alumni Institut Teknologi Padang ini menapaki berbagai proyek strategis Sumatera Barat, dari pembangunan fasilitas publik hingga penanganan darurat bencana yang menuntut ketelitian profesional yang beragam.Jejak profesional beliau terbentuk sejak menyelesaikan S1 Teknik Sipil di ITP pada 1994, yang saat itu dikenal sebagai STTP. Ia kemudian melanjutkan S2 Teknik Sipil bidang Transportasi di University of Technology Malaysia pada 2001. Kini, perjalanan akademiknya berlanjut melalui studi doktoral Teknik Sipil di Universitas Andalas, memperkuat kompetensi keilmuannya terus.Berbagai proyek strategis pernah dipercayakan kepada beliau, mulai dari pembangunan fasilitas kesehatan, perencanaan jalan dan jembatan, hingga manajemen konstruksi. Pengalaman tersebut memperlihatkan bahwa profesi insinyur tidak sekadar berkutat dengan hitungan, tetapi menyangkut kualitas, keselamatan, dan kepentingan masyarakat.Beliau juga terlibat dalam penanganan darurat bencana banjir bandang lahar dingin dan longsor pada ruas Padang Panjang–Sicincin, yang menuntut ketelitian, kecepatan mengambil keputusan, serta kemampuan menghadapi kondisi lapangan ekstrem.Salah satu pengalaman paling menantang terjadi saat beliau terlibat dalam penanganan darurat bencana banjir bandang lahar dingin dan longsor pada ruas Padang Panjang–Sicincin, yang menuntut ketelitian, kecepatan mengambil keputusan, serta kemampuan menghadapi kondisi lapangan ekstrem. Ketika akses jalan kembali aman dan dapat dilalui masyarakat, bagi beliau, keberhasilan pekerjaan bukan sekadar pencapaian teknis, melainkan bentuk pengabdian nyata.Pengalaman di lapangan kemudian dibawa beliau ke ruang akademik. Sebagai bagian dari Perguruan Tinggi Terbaik di Sumbar beliau tidak hanya berbagi teori, tetapi juga menghadirkan realitas proyek kepada mahasiswa. Pengalaman menghadapi persoalan konstruksi, menjaga kualitas pekerjaan, dan mengutamakan keselamatan menjadi bekal berharga bagi calon engineer.Beliau menekankan bahwa dunia teknik sipil membutuhkan pribadi yang jujur, teliti, berintegritas, dan tidak takut menghadapi tantangan di lapangan. Menurutnya, kompetensi profesional juga perlu diperkuat melalui sertifikasi. Beliau tercatat memiliki sertifikasi Ahli Utama Jenjang 9 pada bidang Manajemen Konstruksi dan Teknik Jalan, serta lisensi sebagai Asesor Kompetensi BNSP. Lebih dari sekadar membangun infrastruktur, perjalanan beliau menunjukkan bagaimana seorang engineer dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Jalan yang kembali berfungsi, fasilitas publik yang berdiri kokoh, hingga pengalaman yang diwariskan kepada mahasiswa menjadi bagian dari pengabdian. Dari lapangan menuju ruang kelas, ilmu terus dibagikan untuk menyiapkan generasi engineer masa depan.Created By Widia/Humas ...
Peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi salah satu kunci percepatan pembangunan daerah. Berangkat dari semangat tersebut, Institut Teknologi Padang menggelar sosialisasi Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) dan Magister Teknik Sipil di Aula Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Sijunjung, Selasa (14/07). Kegiatan ini membuka peluang bagi aparatur sipil negara untuk melanjutkan pendidikan tanpa meninggalkan tugas kedinasan. Sosialisasi dipimpin oleh Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Marketing Institut Teknologi Padang, Firmansyah David, S.T., M.Eng., Ph.D., didampingi Kepala Biro Humas, Promosi, dan PMB Dr. Herix Sonata MS, M.Si., bersama tim akademik. Kehadiran rombongan disambut langsung oleh Kepala Dinas PUPR Kabupaten Sijunjung, Dainis Suryani, S.T., M.T., serta diikuti perwakilan organisasi perangkat daerah (OPD) yang memenuhi Aula PUPR Kabupaten Sijunjung. Dalam pemaparannya, tim ITP memperkenalkan berbagai skema pendidikan yang dirancang fleksibel bagi para profesional, khususnya Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) dan Magister Teknik Sipil. Melalui program ini, pengalaman kerja dan kompetensi yang dimiliki peserta dapat diakui sebagai bagian dari proses pembelajaran, sehingga memberikan kesempatan untuk melanjutkan studi tanpa harus meninggalkan aktivitas pekerjaan.Sebagai salah satu Perguruan Tinggi Terbaik di Sumatera Barat Institut Teknologi Padang terus memperluas kolaborasi dengan pemerintah daerah dalam mendukung peningkatan kapasitas aparatur. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyediaan program pendidikan yang adaptif, berkualitas, dan selaras dengan kebutuhan pembangunan daerah serta penguatan kompetensi sumber daya manusia di berbagai sektor. Program RPL dan Magister Teknik Sipil diharapkan menjadi solusi bagi ASN dan tenaga profesional yang ingin meningkatkan kualifikasi akademik sekaligus memperkuat kompetensi di bidang infrastruktur dan pembangunan. Dengan sistem pembelajaran yang fleksibel, peserta dapat menempuh pendidikan tanpa mengganggu tanggung jawab sebagai pelayan masyarakat.Melalui kegiatan ini, Institut Teknologi Padang kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia di Sumatera Barat. Sinergi bersama Pemerintah Kabupaten Sijunjung diharapkan menjadi langkah awal lahirnya kolaborasi yang lebih luas, sekaligus membuka akses pendidikan tinggi yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan pembangunan daerah. Created By Widia/Humas ...
Dunia industri terus berkembang seiring pesatnya kemajuan teknologi dan kebutuhan tenaga profesional yang kompeten. Menjawab tantangan tersebut, Fakultas Teknik Institut Teknologi Padang menggelar Kuliah Umum 2026 bertema "Introduction to TIC Service in Oil & Gas, Civil Engineering and Environmental Sectors" sebagai wadah mempertemukan mahasiswa dengan praktisi industri berpengalaman, Kamis (26/06/2026). Kuliah umum menghadirkan Wahyudi Arief, Vice President of Asset and Renewable Energy PT Sucofindo (Persero), Jakarta, yang juga merupakan alumni Teknik Elektro Institut Teknologi Padang angkatan 2000. Kehadirannya menjadi inspirasi bagi mahasiswa melalui berbagi pengalaman profesional, wawasan industri, serta peluang karier di sektor Testing, Inspection, and Certification (TIC), Oil & Gas, teknik sipil, hingga lingkungan. Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Rektor Institut Teknologi Padang, Prof. Dr.Eng. Ir. Maidiawati, S.T., M.Eng., IPM., yang hadir bersama jajaran pimpinan kampus. Dalam sambutannya, Rektor menegaskan bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi dan dunia industri menjadi bagian penting dalam meningkatkan kompetensi lulusan agar semakin adaptif terhadap kebutuhan pasar kerja yang terus berkembang. "Kuliah umum seperti ini menjadi ruang belajar yang sangat berharga bagi mahasiswa. Melalui pengalaman langsung dari para praktisi, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengetahuan akademik, tetapi juga memahami kebutuhan dunia kerja sehingga mampu mempersiapkan diri menjadi lulusan yang profesional, kompetitif, dan siap berkontribusi bagi pembangunan," ujar Prof. Maidiawati saat membuka kegiatan. Sebagai salah satu Perguruan Tinggi Terbaik di Sumbar, Institut Teknologi Padang terus memperluas kolaborasi dengan berbagai mitra industri guna menghadirkan proses pembelajaran yang relevan dengan perkembangan zaman. Kehadiran alumni yang telah sukses berkarier di tingkat nasional menjadi bukti bahwa lulusan ITP memiliki daya saing tinggi dan mampu menempati posisi strategis di berbagai sektor industri. Dalam pemaparannya, Wahyudi Arief mengulas peran layanan Testing, Inspection, and Certification (TIC) dalam menjamin kualitas, keselamatan, dan keberlanjutan berbagai proyek di sektor Oil & Gas, konstruksi, serta lingkungan. Ia juga membagikan perjalanan kariernya sejak menempuh pendidikan di ITP hingga dipercaya memimpin bidang Asset and Renewable Energy di PT Sucofindo (Persero), sekaligus memotivasi mahasiswa agar terus meningkatkan kompetensi, integritas, dan kemampuan beradaptasi menghadapi dinamika dunia kerja. Kuliah umum tidak hanya menjadi ruang transfer ilmu, tetapi juga membuka kesempatan mahasiswa berdialog langsung dengan alumni yang telah berhasil meniti karier di tingkat nasional. Berbagai pengalaman nyata, mulai dari membangun kompetensi sejak kuliah hingga strategi menghadapi persaingan industri, menjadi bekal berharga bagi mahasiswa dalam merancang perjalanan karier profesional mereka. Dekan Fakultas Teknik, Dr. Ir. Nofriady Handra, M.Sc, IPM, ASEAN. Eng, APEC Eng. beserta sivitas akademika menyampaikan apresiasi atas kesediaan Wahyudi Arief kembali ke kampus untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman. Kehadiran alumni sebagai pembicara diharapkan semakin memperkuat hubungan antara kampus dan dunia industri, sekaligus menumbuhkan motivasi mahasiswa untuk terus meningkatkan kemampuan akademik maupun keterampilan profesional. Created By Widia/Humas ...