Formasi kepemimpinan kampus semakin lengkap dengan pelantikan Prof. Dr. Ir. Muhammad Yahya, M.Sc sebagai Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan periode 2026–2029. Momentum ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat arah kebijakan akademik dan pembinaan mahasiswa secara berkelanjutan. Pelantikan dijadwalkan berlangsung pada Rabu, (01/04) bertempat di Aula Gedung D Lantai 2 Kampus I ITP. Agenda ini menjadi bagian penting dalam memastikan keberlanjutan kepemimpinan yang adaptif terhadap dinamika pendidikan tinggi. Kehadiran Prof. Muhammad Yahya dinilai sebagai elemen penting dalam menyempurnakan struktur pimpinan kampus. Perannya diharapkan mampu mendorong akselerasi prestasi akademik serta meningkatkan kualitas layanan pendidikan dan pengembangan mahasiswa secara menyeluruh. Bidang akademik dan kemahasiswaan memiliki posisi strategis dalam menentukan arah pengembangan institusi. Kebijakan yang dihasilkan tidak hanya berdampak pada kualitas pembelajaran, tetapi juga pada pembentukan karakter, kompetensi, dan daya saing lulusan. Melalui kepemimpinan baru ini, diharapkan lahir berbagai inovasi dalam sistem pembelajaran, penguatan kolaborasi, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia. Sinergi antarunit kerja menjadi kunci dalam menghadapi tantangan global yang semakin kompleks. Pelantikan ini juga menjadi simbol komitmen untuk menghadirkan tata kelola pendidikan yang lebih profesional, responsif, dan berorientasi pada masa depan. Kepemimpinan yang kuat diyakini mampu mendorong transformasi institusi secara berkelanjutan. Dengan formasi pimpinan yang semakin solid, optimisme terhadap masa depan kampus kian menguat. Sinergi yang terbangun diharapkan mampu membawa institusi menuju capaian yang lebih tinggi serta memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan bangsa. Created By Widia/Humas ...
Suasana Ramadan di sekitar kampus Isntitut Teknologi Padang terasa lebih hangat melalui program sosial bertajuk “ITP Berbagi”. Setiap hari selama bulan suci, nasi kotak dan takjil dibagikan kepada mahasiswa serta masyarakat sekitar kampus sebagai bentuk kepedulian dan semangat berbagi di bulan penuh berkah. Program ini menjadi salah satu kegiatan yang mempererat hubungan antara kampus dan masyarakat. Selain membantu mahasiswa yang sedang menjalani aktivitas perkuliahan, kegiatan ini juga memberikan kesempatan bagi warga sekitar untuk menikmati hidangan berbuka puasa bersama dengan penuh kebersamaan.Kegiatan berbagi ini bertujuan menumbuhkan semangat kepedulian sosial serta memperkuat nilai-nilai kebersamaan di lingkungan kampus. Ramadan menjadi momentum penting untuk mengajarkan arti berbagi, saling membantu, dan menghadirkan kebaikan bagi sesama tanpa memandang latar belakang. Menariknya, kegiatan ini juga melibatkan mahasiswa yang turut berperan aktif dalam proses pembagian makanan kepada penerima. Keterlibatan mahasiswa menjadi bagian dari pembelajaran sosial, sekaligus menanamkan nilai empati dan kepedulian terhadap masyarakat sekitar. Program ini terlaksana berkat dukungan sivitas akademika Institut Teknologi Padang serta para dermawan yang menyalurkan rezekinya melalui program berbagi ITP. Partisipasi berbagai pihak menunjukkan bahwa semangat kebaikan dapat tumbuh melalui kolaborasi dan kepedulian bersama.Melalui program ITP Berbagi, diharapkan semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaat dan kebahagiaan selama bulan Ramadan. Kegiatan ini juga menjadi pengingat bahwa kepedulian sosial merupakan bagian penting dari kehidupan bermasyarakat yang perlu terus dijaga. Semangat berbagi ini diharapkan dapat terus berlanjut di masa mendatang. Tidak hanya menjadi kegiatan tahunan, program ini diharapkan semakin berkembang sehingga pada Ramadan tahun depan lebih banyak lagi mahasiswa dan masyarakat yang dapat merasakan manfaatnya. Created By Widia/Humas ...
Program inovatif bertajuk Gema Ramadhan yang diinisiasi oleh Institut Teknologi Padang (ITP) hadir menyemarakkan bulan suci dengan menghadirkan ceramah singkat berdurasi satu menit yang dikemas dalam format video pendek. Program ini menghadirkan pesan dakwah yang relevan dengan kehidupan masyarakat, khususnya generasi muda, selama 30 hari penuh bulan suci. Setiap episode menghadirkan ceramah dengan tema yang beragam, mulai dari nilai keimanan, refleksi diri, hingga motivasi menjalani Ramadan secara produktif. Seluruh konten disajikan dengan bahasa ringan dan mudah dipahami agar dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat. Program ini ditayangkan melalui platform digital TikTok dan Instagram dengan latar pengambilan gambar di lingkungan Kampus I dan Kampus II ITP. Pendekatan visual tersebut diharapkan mampu menghadirkan nuansa religius sekaligus memperkenalkan suasana akademik kampus kepada publik luas.Dalam program ini tampil dua ustadz kebanggaan kampus, yakni Ustad Ismet Eka Putra, S.T., M.T., dan Ustad Rozi Saferi, M.T., yang dikenal aktif menyampaikan dakwah kepada mahasiswa dan masyarakat Kota Padang. Kehadiran keduanya memberikan warna tersendiri dalam menyampaikan pesan keislaman yang inspiratif. Selain itu, program Gema Ramadhan juga menghadirkan sejumlah ustadz kenamaan Kota Padang, seperti Ustad Kamarul Zaman, M.A., Ustad Radno Novriyanto, S.T., M.M., Ustad Adrianto Malin Marajo, S.H., serta Ust. Thaheransyah, S.Sos.I., M.A., yang turut berbagi pesan Ramadan melalui video singkat.Menariknya, program ini juga melibatkan mahasiswa dari Unit Kegiatan Mahasiswa Kerohanian Islam (UKM KI), yaitu Satria Zaky, Romi Andryan, dan Mardoni. Keterlibatan mahasiswa menjadi bagian dari upaya memberikan ruang bagi generasi muda untuk ikut berdakwah secara kreatif. Melalui program Gema Ramadhan, diharapkan pesan-pesan kebaikan dapat menjangkau masyarakat lebih luas melalui media digital. Kehadiran konten dakwah singkat ini diharapkan mampu menjadi pengingat harian sekaligus inspirasi bagi generasi muda menjalani Ramadan dengan lebih bermakna. Created By Widia/Humas ...
Pascabanjir yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera pada November lalu meninggalkan berbagai tantangan bagi warga Kelurahan Gurun Laweh, Kecamatan Nanggalo, Kota Padang. Salah satu persoalan utama yang dihadapi masyarakat adalah keterbatasan akses air bersih serta kebutuhan memperkuat ketahanan pangan keluarga. Solusi teknologi mulai dihadirkan melalui inovasi pengolahan air bersih dan sistem aquaponik berbasis ekonomi hijau yang memanfaatkan energi matahari. Teknologi tersebut secara resmi diserahkan kepada masyarakat Gurun Laweh pada Selasa (10/3) sebagai bagian dari upaya pemulihan berbasis inovasi yang merupakan bagian dari Program Mahasiswa Berdampak: Pemberdayaan Masyarakat dalam Pemulihan Dampak Bencana di Sumatra. Rektor Institut Teknologi Padang, Prof. Dr.Eng. Ir. Maidiawati, S.T., M.Eng., IPM., menyampaikan bahwa inovasi ini lahir dari kepedulian sivitas akademika terhadap kondisi masyarakat pascabencana. Menurutnya, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab memastikan inovasi tidak hanya berhenti di laboratorium, teknologi harus hadir langsung di tengah masyarakat. “Kami sangat mengapresiasi para dosen yang telah berkontribusi menghadirkan solusi teknologi yang sederhana, ramah lingkungan, dan bisa langsung dimanfaatkan masyarakat. Kami berharap inovasi ini dapat memberikan manfaat nyata bagi warga,” ujar Rektor ITP. Inovasi teknologi ini dikembangkan oleh tim dosen Institut Teknologi Padang yang dipimpin oleh Hafni, S.T., M.T. dari Program Studi Teknik Mesin DIII, bersama Asnal Effendi, S.T., M.T. dari Program Studi Teknologi Rekayasa Instalasi Listrik Sarjana Terapan Fakultas Vokasi, serta Dr. Herix Sonata MS, M.Si. dari Program Studi Teknik Lingkungan Sarjana. Selain melibatkan para dosen, program ini juga melibatkan 50 mahasiswa lintas organisasi kemahasiswaan yang turut terjun langsung dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat. Seluruh aktivitas mahasiswa dikoordinatori oleh Ade Ryan Mustaqim dari BEM ITP. Kegiatan penyerahan inovasi ini turut dihadiri oleh Bapak Jerry Citra, S.Kom dari Bidang Kemahasiswaan LLDIKTI Wilayah X, serta berbagai unsur pemerintah dan masyarakat setempat, di antaranya Perangkat desa Pak Pen, dan perwakilan Kelompok Tani Wardah Nurul Yaqin Mislinda (Bu RT 02 Gurun Laweh). Melalui inovasi ini, masyarakat diharapkan dapat memperoleh akses air bersih yang lebih layak sekaligus memanfaatkan sistem aquaponic sebagai alternatif penguatan ketahanan pangan keluarga yang ramah lingkungan. Institut Teknologi Padang berharap inovasi teknologi tepat guna ini tidak hanya memberikan manfaat bagi masyarakat Gurun Laweh, tetapi juga dapat menjadi contoh kolaborasi antara perguruan tinggi, mahasiswa, dan masyarakat dalam menghadirkan solusi nyata bagi berbagai tantangan lingkungan dan kebencanaan. Created By Widia/Humas ...