Institut Teknologi Padang (ITP) menunjukkan progres positif dalam pemanfaatan hibah peralatan survei dan pemetaan dari Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN). Capaian tersebut dipaparkan dalam Monitoring dan Evaluasi (Monev) Hibah Alat Perguruan Tinggi, Kamis (01/10), di Ruang Sidang Utama ITP. Melalui Tim Teknik Geodesi yang dipimpin Ketua Program Studi Teknik Geodesi Sarjana ITP, Dwi Arini, M.T. bersama jajaran dosen Geodesi, kampus mengoptimalkan pemanfaatan drone DJI Mavic 3 Enterprise untuk mendukung pembelajaran, riset geospasial, dan pengabdian kepada masyarakat. Dalam kegiatan tersebut, tim menyampaikan progres pemanfaatan alat dengan cakupan pemetaan mencapai 1.008 hektar di berbagai wilayah Sumatera Barat. Capaian tersebut menjadi bagian dari kontribusi ITP dalam menyediakan data dasar pertanahan sekaligus mendukung percepatan pemetaan tata ruang wilayah. Optimalisasi peralatan hibah juga diarahkan untuk memperkuat kompetensi mahasiswa dan dosen melalui kegiatan survei, pemetaan, penelitian, serta pengembangan data geospasial yang relevan dengan kebutuhan daerah.Dalam monev, Tim Teknik Geodesi ITP turut mendapat apresiasi dari assessor yakni Yuliantoro, S.T. atas optimalisasi pemanfaatan peralatan hibah. Penggunaan drone tidak hanya diarahkan untuk kegiatan akademik, tetapi juga mendukung riset geospasial dan pengabdian kepada masyarakat. Capaian ini menunjukkan progres pemanfaatan fasilitas untuk menghasilkan keluaran yang memiliki manfaat nyata. Program hibah yang diinisiasi Direktorat Jenderal Survei dan Pemetaan Pertanahan dan Ruang (Ditjen SPPR) tersebut diarahkan untuk mendukung percepatan pembuatan peta foto udara atau orthophoto nasional. Selain memastikan alat bernilai tinggi dimanfaatkan secara optimal, program ini turut memperkuat keterlibatan mahasiswa dan dosen dalam membangun kompetensi survei pertanahan yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja.Hadir langsung Direktur Pengukuran dan Pemetaan Dasar Pertanahan dan Ruang, Ditjen SPPR, Teddi Guspriadi, S.SiT., M.Sc., yang menyampaikan apresiasi terhadap kontribusi ITP dalam membantu pemetaan wilayah Sumatera Barat. Ia turut didampingi Muhammad Syahril, S.SiT., M.H., Kepala Bidang Survei dan Pemetaan Kantor Wilayah Provinsi Sumatera Barat. Dari jajaran ITP, Rektor Prof. Dr.Eng. Ir. Maidiawati, S.T., M.Eng., IPM., didampingi Dekan Fakultas Teknik Dr. Ir. Nofriady Handra, M.Sc., IPM., ASEAN.Eng., APEC Eng., mengapresiasi kinerja Tim Teknik Geodesi dalam memanfaatkan hibah tersebut. Rektor juga mengarahkan agar fasilitas hibah tidak berhenti pada pemanfaatan operasional, tetapi dikembangkan menjadi riset yang menghasilkan inovasi dan dampak lebih luas bagi masyarakat dan pembangunan Sumbar. Created By Widia/Humas ...
Memasuki dunia perguruan tinggi bukan sekadar mengenal ruang kelas dan jadwal perkuliahan. Mahasiswa baru Program Studi Teknik Sipil Institut Teknologi Padang (ITP) diajak memahami lebih jauh lingkungan akademik, karakter keilmuan, hingga peluang masa depan sebagai engineer melalui rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) ITP 2026. Dipimpin Ketua Program Studi Teknik Sipil Sarjana, Angelalia Roza, S.T., M.Eng.Sc., bersama jajaran dosen dan Himpunan Mahasiswa Teknik Sipil, kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkenalkan identitas dan keunggulan program studi. Mahasiswa baru mendapatkan gambaran sejarah, visi dan misi, struktur organisasi, tenaga pendidik, laboratorium, serta berbagai fasilitas pendukung pembelajaran. Lebih dari sekadar pengenalan, mahasiswa baru juga dibekali pemahaman mengenai sistem akademik yang akan menjadi bagian penting selama menempuh pendidikan. Materi mencakup kurikulum, struktur mata kuliah, sistem SKS, KRS dan KHS, peran Dosen Pembimbing Akademik, aturan kehadiran, mekanisme evaluasi, hingga sistem penilaian dan pencapaian IP/IPK. Sebagai Perguruan Tinggi Terbaik di Sumbar, ITP terus mendorong mahasiswa agar tidak hanya memahami teori, tetapi juga memiliki pengalaman pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja. Karena itu, pengenalan praktikum, kegiatan laboratorium, serta fasilitas pembelajaran Teknik Sipil menjadi bagian penting dalam membangun kesiapan akademik sejak awal perkuliahan. Pada sesi berikutnya, mahasiswa baru diajak melihat lebih dekat kompetensi yang perlu dimiliki untuk menjadi lulusan Teknik Sipil yang siap menghadapi dunia profesional. Pembahasan mencakup bidang pekerjaan, peluang karier, kompetensi pendukung, sertifikasi, hingga gambaran perjalanan alumni yang dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa dalam merancang masa depan. Rangkaian pengenalan tersebut sekaligus menunjukkan progres positif Prodi Teknik Sipil ITP dalam menyiapkan mahasiswa sejak langkah pertama mereka di perguruan tinggi. Pendampingan dosen, keterlibatan himpunan mahasiswa, pengenalan fasilitas, serta pemahaman terhadap kebutuhan industri menjadi fondasi agar mahasiswa mampu berkembang secara akademik maupun profesional. Dengan bekal tersebut, PKKMB ITP 2026 tidak berhenti sebagai agenda penyambutan mahasiswa baru. Bagi Teknik Sipil, kegiatan ini menjadi titik awal membangun karakter Engineer Muda yang memahami bidang keilmuannya, mengenali potensi diri, serta memiliki arah untuk mengembangkan kompetensi dan berkontribusi melalui profesi di masa mendatang. Created By Widia/ Humas ...
Pengelolaan jurnal ilmiah tidak berhenti pada terbitnya artikel. Di balik setiap edisi, terdapat tata kelola, alur editorial, sumber daya manusia, infrastruktur, hingga kebijakan yang menentukan keberlanjutan jurnal. Hal tersebut menjadi fokus Bimbingan Teknis Pengelolaan Jurnal Ilmiah Terakreditasi Nasional dan Internasional yang diselenggarakan LLDIKTI Wilayah X, Rabu (30/09), di Hotel Mercure Padang. Kegiatan yang diikuti pengelola jurnal dari berbagai Perguruan Tinggi Swasta di lingkungan LLDIKTI Wilayah X, mencakup Sumatera Barat dan Jambi, ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas dan kompetensi pengelola jurnal ilmiah. Salah satu pembicara yang hadir adalah Ir. Anisya, M. Kom, dosen Teknik Informatika Institut Teknologi Padang (ITP).Dalam kegiatan tersebut, Ir. Anisya membawakan materi bertajuk “Membangun Jurnal Ilmiah dari Nol: Fondasi, Tata Kelola, SDM, Infrastruktur, OJS, dan Kebijakan Editorial”. Materi ini mengajak peserta melihat pengelolaan jurnal secara lebih menyeluruh, bukan hanya dari sisi penerbitan, tetapi juga bagaimana membangun sistem yang mampu menjaga kualitas publikasi secara konsisten. Salah satu perhatian utama yang dibahas adalah pentingnya menjaga workflow editorial melalui Open Journal Systems (OJS) secara konsisten. Setiap tahapan perlu memiliki alur yang jelas, mulai dari penerimaan naskah, proses review, pengelolaan editor, hingga penerbitan. Konsistensi tersebut menjadi bagian penting untuk menjaga kualitas hasil penelitian dari setiap penulis atau author secara berkelanjutan. Selain workflow, pengelola jurnal juga perlu memahami fondasi kelembagaan dan infrastruktur, termasuk surat keputusan, publisher, domain, cloud atau hosting, ISSN, DOI, email, serta OJS. Pemahaman terhadap struktur organisasi, pembagian peran, pemilihan editor dan reviewer, serta keberlanjutan sumber daya manusia turut menjadi bagian penting dalam membangun tata kelola jurnal yang kuat.Sebagai keluaran pembelajaran, kegiatan ini menghasilkan blueprint pengelolaan jurnal yang dapat menjadi acuan implementasi di perguruan tinggi. Blueprint tersebut merangkum kebutuhan, tahapan, serta fondasi pengelolaan jurnal, sehingga peserta memiliki gambaran lebih terarah untuk membangun sistem pengelolaan yang transparan, konsisten, terukur, dan berkelanjutan sesuai kebutuhan institusi. Penguatan kapasitas pengelola jurnal menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem penelitian yang berkualitas. Bagi Perguruan Tinggi Terbaik di Sumbar, pengelolaan jurnal yang tertata bukan sekadar persoalan administrasi, tetapi juga ruang untuk memastikan karya ilmiah dikelola secara profesional, mudah ditelusuri, dan memiliki peluang berkembang menuju visibilitas yang lebih luas. Created By Widia/Humas ...
kolaborasi perguruan tinggi dan pemerintah daerah menjadi langkah strategis untuk mendukung pembangunan infrastruktur di Sumatera Barat. Institut Teknologi Padang (ITP) melakukan audiensi dengan Dinas Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi Provinsi Sumatera Barat pada Selasa, (29/09). Pertemuan ini membahas peluang kemitraan strategis di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat. Rombongan ITP diterima langsung oleh Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi Provinsi Sumatera Barat, Rifda Suriani, S.T., S.P., beserta jajaran. Pertemuan tersebut menjadi ruang silaturahmi sekaligus pembahasan awal mengenai potensi kolaborasi yang dapat dikembangkan untuk mendukung kebutuhan pembangunan daerah, khususnya pada sektor sumber daya air dan infrastruktur. Rektor ITP Prof. Dr.Eng. Ir. Maidiawati, S.T., M.Eng., IPM., didampingi Wakil Rektor III Firmansyah David, S.T., M.Eng., Ph.D., serta Kepala Biro Kerja Sama dan Tracer Study Dr. Fajrin, M.Si., membahas sejumlah peluang kerja sama akademik. Pembahasan mencakup penerapan Tri Dharma Perguruan Tinggi, pengelolaan sumber daya air, infrastruktur kebencanaan, hingga peningkatan kapasitas sumber daya manusia.Sebagai Perguruan Tinggi Terbaik di Sumbar, ITP terus membuka ruang kolaborasi yang menghubungkan kompetensi akademik dengan kebutuhan pembangunan di lapangan. Salah satu peluang yang mendapat perhatian ialah program magang dan kerja praktik mahasiswa, terutama pada bidang teknik sipil, sumber daya air, serta bidang keteknikan lain yang relevan dengan kebutuhan Dinas SDA dan Bina Konstruksi Sumbar. Selain penguatan pengalaman mahasiswa, kedua pihak juga melihat peluang pengembangan riset dan kajian teknis untuk mendukung efektivitas program pembangunan infrastruktur di Sumatera Barat. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat menjadi ruang bagi dosen dan mahasiswa untuk mengembangkan kajian berbasis persoalan aktual sekaligus memberikan kontribusi melalui rekomendasi dan inovasi yang bermanfaat.Dalam audiensi tersebut, Dinas SDA dan Bina Konstruksi Provinsi Sumatera Barat menyambut baik peluang program magang, kerja praktik, serta penelitian mahasiswa ITP yang berfokus pada keahlian teknik sipil, sumber daya air, dan bidang teknik terkait. Kedua pihak selanjutnya sepakat menindaklanjuti pembahasan melalui penyusunan draf Nota Kesepahaman (MoU) atau Perjanjian Kerja Sama (PKS). Turut hadir dalam audiensi tersebut Ketua Program Studi Teknik Sipil Magister ITP Ir. Leli Honesti, Ph.D., Ketua Program Studi Teknik Sipil Sarjana Angelalia Roza, S.T., M.Eng.Sc., Ketua Program Studi Teknik Geodesi Sarjana Dwi Arini, M.T., Ketua Program Studi Teknik Lingkungan Sarjana Vina Azatri, M.T., serta Staf Biro Kerja Sama dan Tracer Study Yolanda Wulandari, M.T. Kehadiran lintas program studi ini memperlihatkan luasnya potensi keilmuan ITP untuk dikolaborasikan dalam pembangunan daerah. Created By Widia/Humas ...