Dunia teknik sipil tidak hanya berbicara tentang beton, baja, gambar kerja, atau hitungan struktur. Di balik setiap bangunan yang berdiri kokoh, ada tanggung jawab besar untuk memastikan keamanan dan kebermanfaatannya. Prinsip inilah yang selama puluhan tahun menjadi bagian dari perjalanan Ir. Agus, M.Sc., IPM., ASEAN Eng., sebagai dosen sekaligus praktisi teknik sipil. Pengalaman profesionalnya dimulai sejak berada di bangku perguruan tinggi dan terus berkembang melalui berbagai proyek strategis. Ia pernah dipercaya menjadi Team Leader manajemen konstruksi, perencana, pengawas, hingga tenaga ahli dalam sejumlah proyek di Sumatera Barat. Rekam jejak tersebut mencakup pembangunan fasilitas pendidikan, pemerintahan, laboratorium, rumah susun, hingga infrastruktur pelayanan publik. Salah satu pengalaman yang paling membekas adalah keterlibatannya dalam pemulihan pascabencana gempa Sumatera Barat. Dalam situasi penuh tekanan, ia bersama tim harus memastikan proses rekonstruksi berjalan cepat, tepat, dan tetap mengutamakan keselamatan. Setiap evaluasi struktur menuntut ketelitian tinggi, sebab kesalahan kecil dapat berdampak besar terhadap keamanan masyarakat. Bagi Ir. Agus, pengalaman lapangan tidak berhenti ketika proyek selesai. Pengetahuan yang diperoleh justru menjadi bekal penting untuk dibagikan kepada generasi berikutnya. Selama lebih dari tiga dekade mengabdi sebagai akademisi, ia memadukan pengalaman sebagai konsultan dengan proses pembelajaran di Institut Teknologi Padang, membentuk mahasiswa agar tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu berpikir praktis. Komitmen tersebut berjalan seiring dengan kiprahnya dalam pengembangan profesi. Ia dipercaya sebagai Tim Profesi Ahli Bangunan Gedung di sejumlah daerah, sekaligus aktif dalam organisasi profesi dan sertifikasi kompetensi. Semangat menghadirkan standar keahlian tersebut menjadi bagian dari karakter pendidikan di Perguruan Tinggi Terbaik di Sumbar, yang mendorong mahasiswa memiliki fondasi akademik kuat sekaligus kesiapan menghadapi dunia kerja. Menurut Ir. Agus, menjadi insinyur tidak cukup hanya dengan menguasai rumus. Industri membutuhkan lulusan yang memahami konsep, mampu membaca persoalan, memiliki logika berpikir kuat, serta menjunjung tinggi etika profesi. Karena itu, pendidikan teknik harus mampu melahirkan manusia yang siap menghadapi persoalan nyata, bukan sekadar menyelesaikan soal di ruang kelas. Pesan itu terangkum dalam filosofi yang terus ia pegang: “Mata Guru, Roha Sisian.” Baginya, setiap pengalaman adalah ruang untuk belajar dan setiap keputusan harus dipertimbangkan dengan hati nurani. Sebab sebelum membangun struktur yang tinggi, seorang calon insinyur harus terlebih dahulu membangun dirinya. Setiap bangunan membutuhkan fondasi, begitu pula masa depan. Created By Widia/Humas ...
Hubungan internasional Institut Teknologi Padang (ITP) kembali memasuki babak baru. Dalam rangkaian Program ITP Goes to Asia, Fakultas Teknik ITP dan INTI International University Malaysia resmi menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang membuka peluang kolaborasi lebih luas di bidang pendidikan, penelitian, dan pengembangan sumber daya manusia, Selasa (18/08). Penandatanganan kerja sama dilakukan oleh Dekan Fakultas Teknik ITP, Dr. Ir. Nofriady Handra, M.Sc., IPM, ASEAN. Eng., APEC Eng., bersama Dean of Faculty of Engineering and Quantity Surveying INTI International University, Assoc. Prof. Ir. Dr. Chuah Keng Hoo. Kesepakatan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat jejaring akademik ITP di tingkat internasional.Kegiatan tersebut turut didampingi Wakil Rektor III Bidang Kerja Sama dan Marketing ITP, Firmansyah David, S.T., M.Eng., Ph.D., serta Dr. Siti Khadijah Mohd Nasrah selaku Regional Head di International Relations and Collaborations Centre (IRCC) INTI International University. Kerja sama ini menjadi langkah awal dalam memperkuat hubungan akademik kedua institusi, sekaligus membuka peluang kolaborasi yang lebih luas di bidang pendidikan, penelitian, dan pengembangan sumber daya manusia. Diskusi yang berlangsung juga membahas implementasi program student mobility, pertukaran pelajar, serta kerja sama riset lintas negara. Sebagai salah satu Perguruan Tinggi Terbaik di Sumbar, Institut Teknologi Padang terus memperluas jejaring internasional sebagai bagian dari komitmen menghadirkan pendidikan berdaya saing global. Melalui kemitraan dengan INTI International University, mahasiswa dan dosen memperoleh kesempatan untuk mengembangkan kompetensi akademik dalam lingkungan internasasional.Momentum ini juga menjadi awal perjalanan empat mahasiswa Teknik Sipil ITP yang mengikuti Program ITP Goes to Asia, yakni Muhammad Rizky Efendi, Falih Dio Pratama, Radhitya Antony, dan Nafila Febriana Diza. Selama berada di Malaysia, mereka akan mengikuti kegiatan akademik, memperluas wawasan budaya, serta membangun jejaring bersama mahasiswa internasional. Kolaborasi yang terjalin diharapkan tidak berhenti pada penandatanganan dokumen, melainkan berkembang menjadi berbagai program nyata yang memberikan manfaat bagi kedua institusi. Pertukaran pelajar, riset bersama, hingga pengembangan inovasi menjadi fondasi penting dalam memperkuat posisi ITP sebagai kampus yang aktif berkolaborasi di tingkat global. Melalui Program ITP Goes to Asia 2026, Institut Teknologi Padang kembali menegaskan visinya untuk mencetak engineer yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki perspektif internasional, kemampuan adaptasi lintas budaya, dan kesiapan menghadapi tantangan dunia profesional yang semakin terhubung secara global. Created By Widia/Humas ...
Empat mahasiswa Program Studi Teknik Sipil Institut Teknologi Padang resmi dilepas untuk mengikuti Program ITP Goes to Asia di INTI International University, Malaysia. Pelepasan ini menjadi bagian dari komitmen ITP dalam memberikan pengalaman akademik internasional sekaligus mendorong mahasiswa berani melangkah keluar dari ruang kelas menuju pengalaman global.Keempat mahasiswa yang mengikuti program tersebut yakni Muhammad Rizky Efendi, Falih Dio Pratama, Radhitya Antony, dan Nafila Febriana Diza. Mereka akan membawa nama ITP dalam lingkungan akademik internasional, sekaligus memanfaatkan kesempatan untuk mengenal budaya, sistem pendidikan, dan lingkungan baru selama mengikuti rangkaian program di Malaysia.Keberangkatan mahasiswa didampingi Wakil Rektor III, Firmansyah David, S.T., M.Eng., Ph.D., dan Dekan Fakultas Teknik, Dr. Ir. Nofriady Handra, M.Sc., IPM, ASEAN. Eng., APEC Eng. Kehadiran pimpinan menjadi bentuk dukungan terhadap langkah mahasiswa dalam memperluas pengalaman dan jejaring di tingkat internasional.Sementara itu, proses pelepasan mahasiswa turut dihadiri Ketua Program Studi Teknik Sipil Sarjana, Angelalia Roza, S.T., M.Eng.Sc., Kepala Badan Kemahasiswaan dan Pusat Karir, Ir. Nelvidawati, M.T., serta Staf Badan Kemahasiswaan dan Pusat Karir, Monica Fitria, S.Kom. Dukungan tersebut menjadi bagian penting dalam mempersiapkan mahasiswa sebelum menjalani pengalaman akademik di luar negeri.Sebagai salah satu Perguruan Tinggi Terbaik di Sumbar, ITP terus menghadirkan ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan diri melalui pengalaman akademik dan jejaring internasional. Program ITP Goes to Asia menjadi salah satu langkah untuk memperluas perspektif mahasiswa, membangun keberanian berinteraksi lintas budaya, serta mengenalkan potensi engineer muda ITP di lingkungan global.Bagi para peserta, perjalanan menuju Malaysia bukan sekadar kesempatan untuk mengikuti program di perguruan tinggi luar negeri. Pengalaman ini menjadi ruang untuk belajar beradaptasi, membangun komunikasi dengan lingkungan baru, memperluas koneksi, dan mendapatkan perspektif berbeda yang dapat menjadi bekal dalam perjalanan akademik maupun profesional.Dengan semangat membawa nama kampus ke panggung internasional, empat engineer muda Teknik Sipil ITP kini siap memulai perjalanan baru di INTI International University. Dari Padang menuju Malaysia, langkah mereka menjadi bagian dari upaya membangun generasi engineer yang semakin terbuka, percaya diri, dan siap menghadapi dunia yang semakin terhubung. Created By Widia/Humas ...
Kebutuhan kendaraan operasional yang tangguh menjadi salah satu perhatian dalam mendukung efektivitas pencarian dan pertolongan di berbagai kondisi medan. Hal tersebut mendorong Institut Teknologi Padang (ITP) melakukan audiensi ke Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Padang, Kamis (13/08), untuk berkonsultasi mengenai modifikasi kendaraan All Terrain Vehicle (ATV). Audiensi berlangsung di Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Padang. Pertemuan tersebut menjadi ruang diskusi antara sivitas akademika ITP dan jajaran Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Padang untuk membahas kebutuhan serta konsultasi teknis terkait modifikasi ATV yang digunakan dalam mendukung kegiatan pencarian dan pertolongan. Delegasi ITP dipimpin Ketua Program Studi TRIL ITP, Aswir Premadi, M.Sc., didampingi Dosen TRIL ITP, Ir. Antonov, S.T., M.T., IPM., serta Ketua Program Studi D3 Teknik Mesin ITP, Dr. Dedi Wardianto. Kehadiran lintas bidang tersebut menunjukkan keterlibatan keilmuan teknik dalam menjajaki solusi terhadap kebutuhan operasional di lapangan. Dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Padang, audiensi dihadiri Kepala Kantor Abdul Malik, S.Sos., Kepala Seksi Operasi dan Siaga Hendri, S.Sos., Kepala Seksi Sumber Daya Inarwan, S.Sos., Yudi Riva, S.A.P., Afdal Dinil Haq, serta Ryan Agus. Pertemuan berlangsung sebagai bagian dari konsultasi mengenai kebutuhan modifikasi ATV. Sebagai salah satu Perguruan Tinggi Terbaik di Sumbar, ITP terus membuka ruang kolaborasi yang menghubungkan kompetensi akademik dengan kebutuhan nyata di lapangan. Konsultasi modifikasi ATV menjadi salah satu bentuk interaksi yang memungkinkan keilmuan teknik mesin dan teknologi rekayasa diarahkan untuk mendukung kebutuhan lembaga pencarian dan pertolongan. Melalui audiensi ini, pembahasan modifikasi ATV diharapkan dapat menjadi awal pengembangan solusi yang sesuai dengan kebutuhan operasional Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Padang. Kolaborasi antara perguruan tinggi dan instansi teknis tersebut juga membuka peluang pemanfaatan kompetensi dosen serta pengembangan pengalaman akademik mahasiswa melalui persoalan nyata. Pertemuan ini menegaskan pentingnya sinergi antara dunia pendidikan tinggi dan lembaga pelayanan publik dalam menghadirkan solusi berbasis teknologi. ITP berkomitmen mendorong penerapan ilmu keteknikan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan institusi, termasuk melalui pengembangan teknologi yang dapat mendukung efektivitas pencarian dan pertolongan di lapangan. Created By Widia/Humas ...