• Pengalaman Lintas Budaya dan Jejaring Global, Warnai Perjalanan Student Mobility Engineer Muda Teknik Sipil ITP di Malaysia

- 25 September 2026
Memasuki minggu keenam program Student Mobility di Malaysia, empat Engineer Muda Teknik Sipil ITP terus memperluas pengalaman di Negeri Jiran. Muhammad Rizky Efendi, Falih Dio Pratama, Radhitya Antony, dan Nafila Febriana Diza tidak hanya mengikuti kegiatan akademik, tetapi juga berinteraksi dengan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi. Selama mengikuti program di INTI International University, Malaysia, para mahasiswa ITP terlibat dalam proses pembelajaran bersama mahasiswa lokal dan internasional. Lingkungan akademik yang interaktif dan multikultural memberi pengalaman baru bagi mahasiswa untuk beradaptasi, bertukar perspektif, sekaligus mengenal pola pembelajaran dalam suasana pendidikan tinggi yang lebih beragam. Pengalaman selama Student Mobility menjadi bagian dari perjalanan mahasiswa untuk melihat dunia akademik dari perspektif yang lebih luas. Interaksi dengan mahasiswa lintas negara juga membuka ruang bagi mereka untuk membangun relasi, mengenal lingkungan dan budaya setempat, serta memahami keberagaman yang menjadi bagian dari pengalaman belajar di luar negeri.Sebagai Perguruan Tinggi Terbaik di Sumbar, ITP terus mendorong mahasiswa mendapatkan pengalaman yang tidak berhenti di ruang kelas. Program Student Mobility menjadi salah satu ruang pembelajaran yang mempertemukan mahasiswa dengan lingkungan akademik internasional, sekaligus memberikan kesempatan untuk mengembangkan kemampuan komunikasi, adaptasi, dan jejaring global. Bagi keempat Engineer Muda Teknik Sipil tersebut, mengikuti Student Mobility bukan sekadar menjalani aktivitas perkuliahan di Malaysia. Pengalaman berinteraksi dengan mahasiswa lokal dan internasional menjadi kesempatan untuk memperluas cara pandang terhadap dinamika global, termasuk perkembangan ekonomi dan bisnis yang dapat menjadi bagian dari wawasan mahasiswa menghadapi dunia profesional.Keikutsertaan mahasiswa dalam program ini juga menjadi bagian dari langkah ITP mendorong internasionalisasi pendidikan. Pengalaman belajar lintas negara memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mengenal lingkungan baru, membangun koneksi internasional, serta mengembangkan kesiapan menghadapi dunia yang semakin terhubung dan membutuhkan kemampuan beradaptasi. Memasuki pekan keenam, perjalanan Student Mobility di INTI International University terus menjadi pengalaman berharga bagi Engineer Muda Teknik Sipil ITP. Selain memperkaya pengalaman akademik, program ini menjadi ruang untuk membangun relasi dan wawasan global, sekaligus menyiapkan mahasiswa agar mampu berkembang di tengah masyarakat internasional yang dinamis. Created By Widia/Humas   ...

• Adu Pengetahuan Infrastruktur, Engineer Muda Teknik Sipil ITP Melaju ke Semifinal Civil League – IKC 2026

- 25 September 2026
Persaingan Civil League: Infrastructure Knowledge Challenge (IKC) 2026 menghadirkan capaian membanggakan bagi Engineer Muda Teknik Sipil ITP. Tim B yang terdiri atas Muhammad Farhan, Taufik Hidayat, dan Laudia Safira berhasil melangkah hingga babak semifinal kategori Civil League Cerdas Cermat. Kompetisi yang digelar Dinas Bina Marga, Cipta Karya dan Tata Ruang Provinsi Sumatera Barat pada 23 September 2026 tersebut diikuti mahasiswa dari 10 perguruan tinggi di Sumatera Barat. Kemenangan Tim B menjadi bukti kemampuan mahasiswa dalam menguasai pengetahuan infrastruktur, berpikir cepat, serta menjawab tantangan kompetisi secara tepat.Sementara itu, Tim A yang diperkuat Ataya Gina Azzuhra, Roid Pratama, dan Milfi turut ambil bagian dalam kompetisi tersebut. Kehadiran dua tim Teknik Sipil ITP menunjukkan semangat mahasiswa untuk menguji kemampuan sekaligus memperoleh pengalaman kompetitif di bidang infrastruktur bersama mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Sumatera Barat. Sebagai Perguruan Tinggi Terbaik di Sumbar, ITP terus membuka ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan kompetensi melalui berbagai pengalaman akademik dan kompetisi. Ajang IKC 2026 menjadi salah satu wadah untuk mengasah pengetahuan sekaligus mempertemukan mahasiswa dengan tantangan nyata bidang infrastruktur yang membutuhkan ketelitian, kecepatan berpikir, dan kemampuan analisis.Tim mahasiswa tersebut didampingi Ketua Program Studi Teknik Sipil Sarjana ITP Angelalia Roza, S.T., M.Eng.Sc., serta dosen pembimbing Dr. Arman A., S.S.T., M.T dan Yunus Abdurrasyid, S.T., M.T. Dukungan tersebut menjadi bagian dari proses pembinaan mahasiswa agar tidak hanya kuat dalam pembelajaran di kelas, tetapi juga mampu mengaplikasikan pengetahuan dan menunjukkan kompetensi dalam forum kompetitif. Rektor ITP Prof. Dr.Eng. Ir. Maidiawati, S.T., M.Eng., IPM. menyampaikan apresiasi atas capaian mahasiswa Teknik Sipil yang berhasil menembus semifinal. Menurut beliau, pengalaman berkompetisi dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa untuk terus mengembangkan kemampuan, mengikuti berbagai ajang, serta menghasilkan karya yang memberikan kontribusi bagi keilmuan dan pembangunan.Partisipasi dalam IKC 2026 juga sejalan dengan semangat Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas, SDG 9 mengenai Industri, Inovasi dan Infrastruktur, serta SDG 17 tentang Kemitraan. Melalui kompetisi, mahasiswa memperoleh pengalaman belajar yang memperkaya kompetensi sekaligus memperluas jejaring di bidang infrastruktur.   Created By Widia/Humas       ...

Berita Lain


  1. Pengalaman Lintas Budaya dan Jejaring Global, Warnai Perjalanan Student Mobility Engineer Muda Teknik Sipil ITP di Malaysia

    Memasuki minggu keenam program Student Mobility di Malaysia, empat Engineer Muda Teknik Sipil ITP terus memperluas pengalaman di Negeri Jiran. Muhammad Rizky Efendi, Falih Dio Pratama, Radhitya Antony, dan Nafila Febriana Diza tidak hanya mengikuti kegiatan akademik, tetapi juga berinteraksi dengan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi. Selama mengikuti program di INTI International University, Malaysia, para mahasiswa ITP terlibat dalam proses pembelajaran bersama mahasiswa lokal dan internasional. Lingkungan akademik yang interaktif dan multikultural memberi pengalaman baru bagi mahasiswa untuk beradaptasi, bertukar perspektif, sekaligus mengenal pola pembelajaran dalam suasana pendidikan tinggi yang lebih beragam. Pengalaman selama Student Mobility menjadi bagian dari perjalanan mahasiswa untuk melihat dunia akademik dari perspektif yang lebih luas. Interaksi dengan mahasiswa lintas negara juga membuka ruang bagi mereka untuk membangun relasi, mengenal lingkungan dan budaya setempat, serta memahami keberagaman yang menjadi bagian dari pengalaman belajar di luar negeri.Sebagai Perguruan Tinggi Terbaik di Sumbar, ITP terus mendorong mahasiswa mendapatkan pengalaman yang tidak berhenti di ruang kelas. Program Student Mobility menjadi salah satu ruang pembelajaran yang mempertemukan mahasiswa dengan lingkungan akademik internasional, sekaligus memberikan kesempatan untuk mengembangkan kemampuan komunikasi, adaptasi, dan jejaring global. Bagi keempat Engineer Muda Teknik Sipil tersebut, mengikuti Student Mobility bukan sekadar menjalani aktivitas perkuliahan di Malaysia. Pengalaman berinteraksi dengan mahasiswa lokal dan internasional menjadi kesempatan untuk memperluas cara pandang terhadap dinamika global, termasuk perkembangan ekonomi dan bisnis yang dapat menjadi bagian dari wawasan mahasiswa menghadapi dunia profesional.Keikutsertaan mahasiswa dalam program ini juga menjadi bagian dari langkah ITP mendorong internasionalisasi pendidikan. Pengalaman belajar lintas negara memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mengenal lingkungan baru, membangun koneksi internasional, serta mengembangkan kesiapan menghadapi dunia yang semakin terhubung dan membutuhkan kemampuan beradaptasi. Memasuki pekan keenam, perjalanan Student Mobility di INTI International University terus menjadi pengalaman berharga bagi Engineer Muda Teknik Sipil ITP. Selain memperkaya pengalaman akademik, program ini menjadi ruang untuk membangun relasi dan wawasan global, sekaligus menyiapkan mahasiswa agar mampu berkembang di tengah masyarakat internasional yang dinamis. Created By Widia/Humas   ...


  2. Adu Pengetahuan Infrastruktur, Engineer Muda Teknik Sipil ITP Melaju ke Semifinal Civil League – IKC 2026

    Persaingan Civil League: Infrastructure Knowledge Challenge (IKC) 2026 menghadirkan capaian membanggakan bagi Engineer Muda Teknik Sipil ITP. Tim B yang terdiri atas Muhammad Farhan, Taufik Hidayat, dan Laudia Safira berhasil melangkah hingga babak semifinal kategori Civil League Cerdas Cermat. Kompetisi yang digelar Dinas Bina Marga, Cipta Karya dan Tata Ruang Provinsi Sumatera Barat pada 23 September 2026 tersebut diikuti mahasiswa dari 10 perguruan tinggi di Sumatera Barat. Kemenangan Tim B menjadi bukti kemampuan mahasiswa dalam menguasai pengetahuan infrastruktur, berpikir cepat, serta menjawab tantangan kompetisi secara tepat.Sementara itu, Tim A yang diperkuat Ataya Gina Azzuhra, Roid Pratama, dan Milfi turut ambil bagian dalam kompetisi tersebut. Kehadiran dua tim Teknik Sipil ITP menunjukkan semangat mahasiswa untuk menguji kemampuan sekaligus memperoleh pengalaman kompetitif di bidang infrastruktur bersama mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Sumatera Barat. Sebagai Perguruan Tinggi Terbaik di Sumbar, ITP terus membuka ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan kompetensi melalui berbagai pengalaman akademik dan kompetisi. Ajang IKC 2026 menjadi salah satu wadah untuk mengasah pengetahuan sekaligus mempertemukan mahasiswa dengan tantangan nyata bidang infrastruktur yang membutuhkan ketelitian, kecepatan berpikir, dan kemampuan analisis.Tim mahasiswa tersebut didampingi Ketua Program Studi Teknik Sipil Sarjana ITP Angelalia Roza, S.T., M.Eng.Sc., serta dosen pembimbing Dr. Arman A., S.S.T., M.T dan Yunus Abdurrasyid, S.T., M.T. Dukungan tersebut menjadi bagian dari proses pembinaan mahasiswa agar tidak hanya kuat dalam pembelajaran di kelas, tetapi juga mampu mengaplikasikan pengetahuan dan menunjukkan kompetensi dalam forum kompetitif. Rektor ITP Prof. Dr.Eng. Ir. Maidiawati, S.T., M.Eng., IPM. menyampaikan apresiasi atas capaian mahasiswa Teknik Sipil yang berhasil menembus semifinal. Menurut beliau, pengalaman berkompetisi dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa untuk terus mengembangkan kemampuan, mengikuti berbagai ajang, serta menghasilkan karya yang memberikan kontribusi bagi keilmuan dan pembangunan.Partisipasi dalam IKC 2026 juga sejalan dengan semangat Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas, SDG 9 mengenai Industri, Inovasi dan Infrastruktur, serta SDG 17 tentang Kemitraan. Melalui kompetisi, mahasiswa memperoleh pengalaman belajar yang memperkaya kompetensi sekaligus memperluas jejaring di bidang infrastruktur.   Created By Widia/Humas       ...


  3. ITP dan PT Semen Padang Bahas Kolaborasi Produk Lokal dan Inovasi Berdampak bagi Sumbar

    Kolaborasi perguruan tinggi dan industri menjadi salah satu ruang strategis untuk mendorong pembangunan Sumatera Barat. Hal tersebut mengemuka dalam kunjungan silaturahmi Tim PT Semen Padang ke Institut Teknologi Padang (ITP) pada Rabu (23/09), dengan pembahasan peluang kerja sama untuk memaksimalkan produk lokal serta menghadirkan kontribusi nyata bagi masyarakat dan daerah. Rektor ITP, Prof. Dr.Eng. Ir. Maidiawati, S.T., M.Eng., IPM. bersama jajaran pimpinan menyambut peluang tersebut. Beliau menyampaikan kesiapan ITP mendukung program PT Semen Padang sekaligus menjalankan amanat Kementerian melalui kolaborasi lintas sektor. Pertemuan turut dihadiri Ketua Yayasan Pendidikan Teknologi Padang, Ampri Satyawan, S.E., M.M., serta Bendahara Yayasan, Donny Hardia, S.IP. Kepala Seksi Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) atau Corporate Social Responsibility (CSR) PT Semen Padang, Edi Fahrizal, S.E., menyampaikan pentingnya menggandeng perguruan tinggi untuk membangun negeri. Menurutnya, kolaborasi dapat diarahkan pada pelaksanaan Tri Dharma, pemberdayaan masyarakat, peningkatan potensi wilayah, serta upaya meningkatkan taraf hidup masyarakat di Sumatera Barat.Beliau  juga menuturkan bahwa ITP memiliki peluang untuk menjadi trendsetter dalam menghadirkan inovasi lingkungan di lingkungan perguruan tinggi. Salah satunya melalui gagasan kampus zero waste yang tidak hanya menempatkan pengelolaan sampah sebagai persoalan lingkungan, tetapi juga sebagai ruang untuk melahirkan teknologi, inovasi, dan model pengelolaan yang dapat diterapkan secara lebih luas. Menurutnya, langkah tersebut sejalan dengan kebutuhan menghadirkan solusi konkret dan berkelanjutan bagi Sumatera Barat. Sebagai Perguruan Tinggi Terbaik di Sumbar, ITP memiliki sejumlah potensi yang dapat dikembangkan bersama industri. Wakil Rektor III, Firmansyah David, S.T., M.Eng., Ph.D., mengulas peluang tindak lanjut kerja sama sebelumnya, termasuk riset, kemitraan, pembaruan dokumen kerja sama, peluang studi lanjut bagi karyawan Semen Padang, hingga keterlibatan dalam pengembangan program bersama.Salah satu pembahasan yang mendapat perhatian ialah isu lingkungan dan tantangan dalam menghadirkan teknologi pengelolaan sampah, khususnya kebutuhan menghadirkan mesin pengolahan sampah anorganik berkapasitas 1 ton per jam. Menjawab tantangan tersebut, ITP siap mengembangkan inovasi melalui karya Prof. Dr. Ir. Muhammad Yahya, M.Sc. Inovasi tersebut diarahkan untuk pengembangan berskala industri dan berpotensi mendukung pengurangan limbah serta penerapan konsep green industry. Potensi kolaborasi juga mencakup bidang Teknik Lingkungan, praktikum laboratorium, serta pengembangan sumber daya manusia. Sales Promotion Officer SIG, Arfan Asmara Putra menyampaikan dukungan terhadap kegiatan praktikum di laboratorium ITP. Sementara itu, Wakil Rektor II, Prof. Dr.Eng. Ir. Yusreni Warmi, S.T., M.T., IPM. membahas peluang RPL dan keterlibatan dosen praktisi. Pembahasan turut mencakup peluang kuliah tamu, penerimaan mahasiswa baru Magister Teknik Sipil, serta pengembangan kerja sama lainnya. Kepala Biro Humas, Promosi, dan PMB, Dr. Herix Sonata MS, M.Si., Kepala Prodi Magister Teknik Sipil, Ir. Leli Honesti, Ph.D., Dekan Fakultas Vokasi, Dr. Fajar Nugroho, M.T., dan Kepala Laboratorium Teknik Sipil Sarjana, Dr. Hamdeni Medriosa, M.T. turut mengikuti diskusi yang dipandu Kepala Biro Layanan Terpadu, Hamdi Habdillah, M.Kom.   Created By Widia/Humas     ...


  4. Decky Seprianto, Alumni Teknik Mesin ITP Raih Paten DJKI Lewat Inovasi Mesin Perontok Gabah

    Inovasi teknologi kembali lahir dari alumni Teknik Mesin Institut Teknologi Padang (ITP). Decky Seprianto, S.T., berhasil memperoleh paten dari Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) melalui invensi berjudul “Mesin Perontok Gabah Selesai dalam Satu Proses”, yang menjadi capaian sekaligus bukti pemanfaatan ilmu teknik secara aplikatif. Paten tersebut menjadi pencapaian tersendiri bagi Decky sebagai alumni Teknik Mesin ITP. Invensi yang dihasilkan mengangkat teknologi pengolahan gabah sebagai objek pengembangan, dengan gagasan mesin yang dapat menyelesaikan proses perontokan dalam satu tahapan. Karya ini menunjukkan bagaimana keilmuan teknik dapat diarahkan untuk menghasilkan teknologi yang memiliki nilai guna. Perolehan paten dari DJKI memberikan perlindungan kekayaan intelektual terhadap invensi yang dihasilkan. Bagi seorang inventor, sertifikat paten tidak hanya menjadi pengakuan atas karya teknologi, tetapi juga membuka peluang agar inovasi dapat dikembangkan lebih lanjut melalui pemanfaatan, pengembangan teknologi, maupun kerja sama dengan berbagai pihak. Sebagai Perguruan Tinggi Terbaik di Sumbar, ITP terus mendorong budaya inovasi dan penerapan ilmu pengetahuan yang dapat memberikan manfaat nyata. Jejak Decky sebagai alumni Teknik Mesin menunjukkan bahwa proses pembelajaran di perguruan tinggi dapat menjadi fondasi bagi lahirnya karya teknologi yang kemudian berkembang dan memperoleh perlindungan kekayaan intelektual. Meski informasi yang tersedia belum merinci spesifikasi teknis, kapasitas, maupun mekanisme kerja mesin tersebut, judul invensi menunjukkan fokus pada penyelesaian proses perontokan gabah dalam satu proses. Pengembangan teknologi seperti ini memiliki keterkaitan dengan kebutuhan sektor pertanian, khususnya pada tahapan pengolahan hasil panen setelah gabah dipanen. Capaian Decky juga menambah catatan kontribusi alumni ITP dalam menghasilkan inovasi berbasis teknologi. Paten yang diperoleh menjadi bagian dari perjalanan profesional sekaligus menunjukkan bahwa karya alumni dapat berkembang melampaui lingkungan akademik dan mendapatkan perlindungan resmi melalui sistem kekayaan intelektual nasional. Keberhasilan tersebut diharapkan menjadi inspirasi bagi mahasiswa dan alumni ITP untuk terus mengembangkan gagasan menjadi karya yang memiliki nilai guna. Dari ruang pembelajaran Teknik Mesin hingga memperoleh paten DJKI, perjalanan Decky Seprianto memperlihatkan bahwa inovasi dapat menjadi langkah lanjutan untuk membawa ilmu teknik hadir dalam kebutuhan kehidupan sehari-hari. Jejak inovasi Decky sebenarnya telah terlihat sejak masih menjadi mahasiswa Teknik Mesin ITP. Pada 2025, ia bersama tim berhasil memperoleh pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) skema Riset Eksakta melalui karya “Brina: Analisis Biobriket Non Adhesive dari Pemanfaatan Limbah Serat TKKS dan Cangkang Sawit sebagai Sumber Energi Terbarukan”. Tim tersebut menjadi satu-satunya perwakilan ITP yang lolos seleksi nasional dari ribuan proposal yang masuk ke Kemendiktisaintek. Created By Widia/Humas ...