ITP Perluas Kolaborasi dengan BMCKTR Sumbar di Bidang Infrastruktur dan Pengembangan SDM

Kebutuhan pembangunan infrastruktur yang semakin kompleks mendorong pemerintah dan perguruan tinggi memperkuat kolaborasi berbasis keahlian dan riset. Dalam semangat tersebut, Rektor Institut Teknologi Padang, Prof. Dr.Eng. Ir. Maidiawati, S.T., M.Eng., IPM., melakukan kunjungan silaturahmi ke Dinas Bina Marga, Cipta Karya, dan Tata Ruang Provinsi Sumatera Barat bersama jajaran pimpinan akademik. Kunjungan tersebut turut didampingi Kepala Biro Kerja Sama dan Tracer Study Fajrin, M.Si., Ketua Program Studi Teknik Sipil Magister Ir. Leli Honesti, Ph.D., serta Ketua Program Studi Teknik Sipil Sarjana Angelalia Roza, S.T., M.Eng.Sc. Pertemuan diarahkan untuk menjajaki peluang kerja sama strategis dalam bidang infrastruktur, teknologi pemetaan, tata ruang, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia. Rektor ITP menyampaikan kesiapan kampus dalam mendukung kebutuhan pembangunan daerah melalui kepakaran dosen, riset, pengabdian kepada masyarakat, serta kompetensi mahasiswa. Potensi tersebut dinilai relevan dengan kebutuhan pembangunan fisik, pemetaan wilayah, dan penataan ruang yang membutuhkan dukungan teknologi serta sumber daya manusia kompeten.Sebagai salah satu Perguruan Tinggi Terbaik di Sumbar, ITP terus mendorong agar keilmuan di perguruan tinggi dapat terhubung dengan kebutuhan pembangunan daerah. Kolaborasi dengan Dinas BMCKTR Sumbar juga membuka peluang penguatan pendidikan bagi aparatur melalui Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) dan Magister Teknik Sipil, sehingga peningkatan kualifikasi dapat berjalan seiring dengan aktivitas profesional. Ruang kerja sama juga mencakup pengembangan pengalaman praktis mahasiswa melalui program magang dan praktik kerja di lingkungan Dinas BMCKTR Sumbar. Selain memberikan pemahaman langsung mengenai pelaksanaan pembangunan infrastruktur, skema ini membuka ruang bagi mahasiswa untuk mengenal proses perencanaan, pengawasan, pemetaan, hingga pengelolaan proyek di lapangan. Kolaborasi tersebut juga dapat mendukung kebutuhan pengembangan kompetensi dan membuka peluang penyerapan lulusan ITP di sektor konstruksi.Kepala Dinas BMCKTR Provinsi Sumatera Barat, Armizoprades, S.T., M.T., bersama sekretaris dan jajaran menyambut positif kunjungan ITP. Sinergi antara pemerintah dan akademisi dinilai penting untuk mendukung perencanaan infrastruktur yang lebih efisien, pemanfaatan data spasial yang akurat, serta peningkatan kapasitas aparatur dalam menghadapi kebutuhan pembangunan daerah. Sebagai langkah lanjutan, ITP dan Dinas BMCKTR Sumbar sepakat menyiapkan draf Nota Kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS). Dokumen tersebut akan menjadi landasan untuk menerjemahkan peluang kolaborasi yang dibahas menjadi program konkret di bidang infrastruktur, pendidikan, riset, magang, serta pengembangan sumber daya manusia di Sumatera Barat. Created By Widia/Humas   ...

14 Agustus 2026 Akademik #diktiberdampak #kerja-sama #perguruan-tinggi-terbaik-di-sumbar #publikasi #webometrics

Dosen Teknik Lingkungan ITP Kembangkan Riset Limbah Menjadi Energi Hidrogen Bersih

Persoalan limbah dan kebutuhan energi bersih menjadi tantangan yang semakin penting di tengah perkembangan industri. Dari pengalaman melihat dinamika kawasan industri Dumai sejak kecil, Sri Hartuti, Ph.D., dosen Teknik Lingkungan Institut Teknologi Padang, memilih jalur riset untuk mencari solusi. Fokusnya mengarah pada pengelolaan limbah sekaligus pengembangan energi terbarukan. Lahir dan besar di Dumai, Sri Hartuti menyaksikan langsung perkembangan industri beserta persoalan lingkungan yang menyertainya. Kondisi tersebut menumbuhkan tekad untuk tidak sekadar menjadi penonton. Pendidikan kemudian menjadi jalan yang ditempuhnya, mulai dari Sekolah Menengah Teknologi Industri Padang, Universitas Andalas, hingga Gifu University, Jepang, tempat ia menyelesaikan pendidikan magister, doktor, dan postdoctoral. Perjalanan akademiknya di Jepang turut membentuk ketangguhan sebagai peneliti. Eksperimen panjang di laboratorium menuntut waktu dan ketekunan, termasuk menjalani riset intensif selama masa studi. Di tengah perjalanan tersebut, ia juga menjalani fase sebagai seorang ibu. Pengalaman akademik dan kehidupan itu menjadi bagian dari perjalanan panjangnya dalam membangun konsistensi di dunia penelitian.Selama lebih dari 11 tahun, Sri Hartuti mengembangkan riset terkait pengelolaan abu terbang batu bara atau fly ash. Penelitiannya mencakup karakteristik kimia, stabilisasi, hingga pemanfaatannya sebagai pendukung katalis TiO₂. Melalui proses fotokatalisis dengan bantuan sinar matahari, material tersebut dikembangkan untuk membantu mengolah limbah cair sekaligus menghasilkan hidrogen sebagai sumber energi bersih. Sebagai salah satu Perguruan Tinggi Terbaik di Sumbar, Institut Teknologi Padang terus mendorong riset yang memiliki keterkaitan dengan kebutuhan masyarakat dan tantangan lingkungan. Perjalanan riset Sri Hartuti menjadi salah satu gambaran bagaimana penelitian di bidang keteknikan dapat diarahkan tidak hanya untuk menghasilkan pengetahuan, tetapi juga membuka peluang penerapan teknologi berkelanjutan.Konsistensi tersebut turut membawanya memperoleh pendanaan Hibah Penelitian Fundamental Reguler dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi dengan fokus pada pengembangan teknologi energi berkelanjutan. Baginya, penelitian tidak seharusnya berhenti sebagai publikasi. Riset perlu memiliki kebaruan, menjawab persoalan penting, terjangkau, serta memiliki peluang memberikan manfaat bagi masyarakat dan industri. Perjalanan Sri Hartuti menyampaikan satu pesan penting bagi generasi muda: perkembangan zaman menuntut kemauan untuk terus belajar dan beradaptasi. Menjadi peneliti bukan hanya tentang menghasilkan karya ilmiah, tetapi menemukan persoalan yang penting, menawarkan kebaruan, dan menghadirkan manfaat nyata. Dari limbah, riset terus bergerak menuju peluang energi bersih masa depan. Created By Widia/Humas   ...

13 Agustus 2026 Akademik #diktiberdampak #fakultas-teknik #perguruan-tinggi-terbaik-di-sumbar #publikasi #teknik-lingkungan #webometrics

ITP dan Dinas PUPR Sawahlunto Bahas Pengembangan SDM melalui Program RPL dan Magister Teknik Sipil

Kebutuhan peningkatan kompetensi sumber daya manusia di bidang konstruksi terus berkembang seiring tuntutan pembangunan daerah. Menjawab kebutuhan tersebut, Institut Teknologi Padang melakukan kunjungan ke Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Sawahlunto, Rabu (12/8/2026), untuk menyosialisasikan Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) dan Magister Teknik Sipil. Kunjungan tersebut dipimpin Wakil Rektor III ITP, Firmansyah David, S.T., M.Eng., Ph.D., didampingi Kepala Biro Humas, Kerja Sama, dan PMB, Dr. Herix Sonata MS, M.Si., serta Ketua Program Studi S2 Teknik Sipil ITP, Ir. Leli Honesti, Ph.D. Kehadiran tim ITP disambut Kepala Dinas PUPR Kota Sawahlunto, Def Afrianto, S.T., bersama jajaran pejabat di lingkungan Dinas PUPR. Dalam pertemuan tersebut, tim ITP memperkenalkan peluang melanjutkan pendidikan tinggi melalui Program RPL dan Magister Teknik Sipil. Skema RPL memberikan ruang bagi pengalaman dan kompetensi yang telah diperoleh sebelumnya untuk diakui dalam proses pendidikan, sehingga dapat menjadi alternatif bagi tenaga profesional yang ingin meningkatkan kualifikasi akademik tanpa harus meninggalkan aktivitas pekerjaannya.Sementara itu, Program Magister Teknik Sipil ITP menjadi salah satu pilihan pengembangan kompetensi bagi aparatur dan tenaga profesional yang berkecimpung dalam pembangunan infrastruktur. Pertemuan dengan jajaran Dinas PUPR Sawahlunto sekaligus membuka ruang komunikasi mengenai kebutuhan pendidikan, kompetensi, dan pengembangan sumber daya manusia yang relevan dengan tantangan pembangunan daerah. Sebagai salah satu Perguruan Tinggi Terbaik di Sumbar, Institut Teknologi Padang terus membuka akses pendidikan yang lebih adaptif bagi masyarakat dan tenaga profesional. Melalui program RPL dan pendidikan pascasarjana, ITP berupaya menjembatani kebutuhan dunia kerja dengan pengembangan kompetensi akademik, khususnya pada bidang keteknikan yang memiliki peran penting dalam pembangunan infrastruktur.Kunjungan ke Dinas PUPR Kota Sawahlunto menjadi bagian dari upaya memperluas jejaring kemitraan sekaligus memperkenalkan program pendidikan ITP secara langsung kepada institusi pemerintah daerah. Interaksi ini diharapkan dapat membuka peluang kolaborasi lebih lanjut dalam pengembangan sumber daya manusia, khususnya bagi aparatur dan profesional bidang pekerjaan umum dan konstruksi. Melalui komunikasi yang terbangun dalam kunjungan tersebut, ITP dan Dinas PUPR Kota Sawahlunto memiliki ruang untuk melanjutkan pembahasan mengenai kebutuhan peningkatan kompetensi dan peluang kerja sama di masa mendatang. Sinergi pendidikan dan pemerintah daerah diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap lahirnya SDM konstruksi yang semakin kompeten dan mendukung pembangunan Kota Sawahlunto.Created By Widia/Humas ...

12 Agustus 2026 Akademik #diktiberdampak #kerja-sama #perguruan-tinggi-terbaik-di-sumbar #publikasi #webometrics

Ir. Wilton Wahab, M. Eng, Insinyur Senior ITP di Garis Depan Proyek Strategis Sumbar

Pengalaman panjang di tengah proyek infrastruktur membuat sosok Ir. Wilton Wahab, M.Eng., IPM, memahami bahwa teknik sipil bukan sekadar hitungan, melainkan soal keselamatan dan kepercayaan. Alumni Institut Teknologi Padang ini menapaki berbagai proyek strategis Sumatera Barat, dari pembangunan fasilitas publik hingga penanganan darurat bencana yang menuntut ketelitian profesional yang beragam.Jejak profesional beliau terbentuk sejak menyelesaikan S1 Teknik Sipil di ITP pada 1994, yang saat itu dikenal sebagai STTP. Ia kemudian melanjutkan S2 Teknik Sipil bidang Transportasi di University of Technology Malaysia pada 2001. Kini, perjalanan akademiknya berlanjut melalui studi doktoral Teknik Sipil di Universitas Andalas, memperkuat kompetensi keilmuannya terus.Berbagai proyek strategis pernah dipercayakan kepada beliau, mulai dari pembangunan fasilitas kesehatan, perencanaan jalan dan jembatan, hingga manajemen konstruksi. Pengalaman tersebut memperlihatkan bahwa profesi insinyur tidak sekadar berkutat dengan hitungan, tetapi menyangkut kualitas, keselamatan, dan kepentingan masyarakat.Beliau juga terlibat dalam penanganan darurat bencana banjir bandang lahar dingin dan longsor pada ruas Padang Panjang–Sicincin, yang menuntut ketelitian, kecepatan mengambil keputusan, serta kemampuan menghadapi kondisi lapangan ekstrem.Salah satu pengalaman paling menantang terjadi saat beliau terlibat dalam penanganan darurat bencana banjir bandang lahar dingin dan longsor pada ruas Padang Panjang–Sicincin, yang menuntut ketelitian, kecepatan mengambil keputusan, serta kemampuan menghadapi kondisi lapangan ekstrem. Ketika akses jalan kembali aman dan dapat dilalui masyarakat, bagi beliau, keberhasilan pekerjaan bukan sekadar pencapaian teknis, melainkan bentuk pengabdian nyata.Pengalaman di lapangan kemudian dibawa beliau ke ruang akademik. Sebagai bagian dari Perguruan Tinggi Terbaik di Sumbar beliau tidak hanya berbagi teori, tetapi juga menghadirkan realitas proyek kepada mahasiswa. Pengalaman menghadapi persoalan konstruksi, menjaga kualitas pekerjaan, dan mengutamakan keselamatan menjadi bekal berharga bagi calon engineer.Beliau menekankan bahwa dunia teknik sipil membutuhkan pribadi yang jujur, teliti, berintegritas, dan tidak takut menghadapi tantangan di lapangan. Menurutnya, kompetensi profesional juga perlu diperkuat melalui sertifikasi. Beliau tercatat memiliki sertifikasi Ahli Utama Jenjang 9 pada bidang Manajemen Konstruksi dan Teknik Jalan, serta lisensi sebagai Asesor Kompetensi BNSP. Lebih dari sekadar membangun infrastruktur, perjalanan beliau menunjukkan bagaimana seorang engineer dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Jalan yang kembali berfungsi, fasilitas publik yang berdiri kokoh, hingga pengalaman yang diwariskan kepada mahasiswa menjadi bagian dari pengabdian. Dari lapangan menuju ruang kelas, ilmu terus dibagikan untuk menyiapkan generasi engineer masa depan.Created By Widia/Humas ...

10 Agustus 2026 Akademik #diktiberdampak #dosen #fakultas-teknik #perguruan-tinggi-terbaik-di-sumbar #publikasi #teknik-sipil #webometrics

ITP Sosialisasikan RPL dan Magister di Dinas PUPR Kabupaten Sijunjung 2026, Targetkan Peningkatan Kapasitas ASN

Peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi salah satu kunci percepatan pembangunan daerah. Berangkat dari semangat tersebut, Institut Teknologi Padang menggelar sosialisasi Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) dan Magister Teknik Sipil di Aula Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Sijunjung, Selasa (14/07). Kegiatan ini membuka peluang bagi aparatur sipil negara untuk melanjutkan pendidikan tanpa meninggalkan tugas kedinasan. Sosialisasi dipimpin oleh Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Marketing Institut Teknologi Padang, Firmansyah David, S.T., M.Eng., Ph.D., didampingi Kepala Biro Humas, Promosi, dan PMB Dr. Herix Sonata MS, M.Si., bersama tim akademik. Kehadiran rombongan disambut langsung oleh Kepala Dinas PUPR Kabupaten Sijunjung, Dainis Suryani, S.T., M.T., serta diikuti perwakilan organisasi perangkat daerah (OPD) yang memenuhi Aula PUPR Kabupaten Sijunjung. Dalam pemaparannya, tim ITP memperkenalkan berbagai skema pendidikan yang dirancang fleksibel bagi para profesional, khususnya Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) dan Magister Teknik Sipil. Melalui program ini, pengalaman kerja dan kompetensi yang dimiliki peserta dapat diakui sebagai bagian dari proses pembelajaran, sehingga memberikan kesempatan untuk melanjutkan studi tanpa harus meninggalkan aktivitas pekerjaan.Sebagai salah satu Perguruan Tinggi Terbaik di Sumatera Barat Institut Teknologi Padang terus memperluas kolaborasi dengan pemerintah daerah dalam mendukung peningkatan kapasitas aparatur. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyediaan program pendidikan yang adaptif, berkualitas, dan selaras dengan kebutuhan pembangunan daerah serta penguatan kompetensi sumber daya manusia di berbagai sektor. Program RPL dan Magister Teknik Sipil diharapkan menjadi solusi bagi ASN dan tenaga profesional yang ingin meningkatkan kualifikasi akademik sekaligus memperkuat kompetensi di bidang infrastruktur dan pembangunan. Dengan sistem pembelajaran yang fleksibel, peserta dapat menempuh pendidikan tanpa mengganggu tanggung jawab sebagai pelayan masyarakat.Melalui kegiatan ini, Institut Teknologi Padang kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia di Sumatera Barat. Sinergi bersama Pemerintah Kabupaten Sijunjung diharapkan menjadi langkah awal lahirnya kolaborasi yang lebih luas, sekaligus membuka akses pendidikan tinggi yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan pembangunan daerah. Created By Widia/Humas   ...

15 Juli 2026 Akademik #diktiberdampak #kerja-sama #perguruan-tinggi-terbaik-di-sumbar #publikasi #webometrics