Kebutuhan energi yang semakin besar menuntut sistem kelistrikan yang tidak hanya andal, tetapi juga efisien dan mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Tantangan tersebut menjadi ruang riset bagi Fauzan Ismail, Ph.D, dosen Teknik Elektro Institut Teknologi Padang, yang mengembangkan teknologi listrik cerdas untuk mendukung sistem energi berkelanjutan.
Ketertarikan Fauzan
Ismail terhadap dunia teknik tumbuh sejak bangku SMP dan SMA. Minat tersebut
semakin kuat ketika menempuh S1 Teknik Elektro di Universitas Andalas dan
dipercaya menjadi Asisten Laboratorium Kendali. Pengalaman di laboratorium
menjadi titik awal yang membentuk rasa ingin tahu, budaya eksplorasi, dan
ketertarikannya terhadap dunia penelitian.
Perjalanan akademiknya kemudian berkembang ke tingkat internasional. Pada 2011, beliau menyelesaikan pendidikan Electrical Engineering di Universiti Malaya, Malaysia, sebelum meraih gelar PhD pada 2024 di UM Power Energy Dedicated Advanced Centre, Universiti Malaya. Saat ini, beliau melanjutkan kiprah riset sebagai Postdoctoral Research Fellow dengan fokus pada inverter berteknologi Gallium Nitride (GaN).

Sebagai salah satu Perguruan Tinggi Terbaik di Sumbar, Institut Teknologi Padang terus mendorong dosen untuk menghasilkan penelitian yang menjawab kebutuhan teknologi masa depan. Salah satu fokus riset Fauzan Ismail adalah elektronika daya, sistem kendali, smart grid, serta pemanfaatan semikonduktor GaN untuk menciptakan sistem konversi energi yang lebih efisien dan stabil.
Penelitian beliau
juga diarahkan pada pengembangan teknologi mikroinverter berbasis fotovoltaik.
Teknologi ini memungkinkan energi dari panel surya dikonversi secara lebih
efisien untuk kemudian disalurkan ke jaringan listrik secara stabil. Riset
tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan sistem energi yang lebih
adaptif sekaligus mendukung pemanfaatan energi terbarukan.
Dedikasi terhadap
riset turut mengantarkan Fauzan Ismail dipercaya memimpin berbagai hibah
penelitian nasional serta menghasilkan publikasi pada jurnal internasional
bereputasi, termasuk IEEE Access. Bagi beliau, penelitian bukan sekadar
menghasilkan publikasi, melainkan proses untuk menghadirkan solusi teknologi
yang dapat menjawab persoalan efisiensi, keandalan, dan keberlanjutan energi.
Perjalanan tersebut
sekaligus menunjukkan bahwa inovasi lahir dari rasa ingin tahu yang terus
dipelihara. Fauzan Ismail mendorong generasi muda untuk berani memulai riset
dari persoalan sederhana, membangun kebiasaan membaca dan berpikir kritis,
serta menjadikan kegagalan eksperimen sebagai bagian dari proses belajar. Dari
ruang riset, teknologi listrik cerdas terus dikembangkan untuk masa depan yang
lebih berkelanjutan.
Created By Widia/Humas