Perayaan
Dies Natalis ke-53 Institut Teknologi Padang menjadi momentum penting dalam
perjalanan panjang dunia pendidikan tinggi, dengan rangkaian kegiatan yang
tidak sekadar seremonial. Rangkaian kegiatan diawali dengan rapat senat terbuka
sebagai agenda utama, ITP Run, hingga Porseni disiapkan sebagai penanda langkah
maju menghadirkan inovasi dan dedikasi bagi masyarakat luas.
Agenda
Sidang Rapat Senat terbuka akan digelar pada 8 April 2026, pada momen tersebut
juga akan dilakukan penandatanganan nota kesepahaman dengan ATR/BPN Wilayah
Sumatera Barat sebagai langkah str
ategis
dalam memperluas kerja sama kelembagaan dan mendukung pengembangan tridarma
perguruan tinggi secara berkelanjutan.
Rektor Institut Teknologi Padang, Prof. Dr.Eng. Ir. Maidiawati, S.T., M.Eng.,
IPM., menjelaskan bahwa peringatan tahun ini dikemas lebih dinamis dengan
melibatkan partisipasi aktif mahasiswa. Ia menyampaikan hal tersebut dalam
konferensi pers didampingi Wakil Rektor, Firmansyah David, Kepala Biro Humas,
Promosi & PMB, Herix Sonata, Kepala Biro Kerjasama & Tracer Study
Fajrin, Kabag Media Digital & Creative Content Umar Hanafi Khalid, serta
staf publikasi Widia Afrianti.

Salah
satu kegiatan unggulan adalah ITP Run yang terbuka untuk masyarakat luas,
menghadirkan semangat kebersamaan lintas usia dalam suasana kompetitif dan
sehat. Kegiatan ini diharapkan menjadi ruang interaksi positif antara kampus
dan masyarakat, sekaligus mendorong gaya hidup sehat yang inklusif.
Mengusung tema “Melesat Berdampak Global”, perayaan ini menjadi simbol
optimisme menuju masa depan. Dengan melibatkan sivitas akademika dan
masyarakat, Dies Natalis ke-53 diharapkan mampu memperkuat peran Institut
Teknologi Padang sebagai institusi yang adaptif, inovatif, dan berdaya saing di
tingkat nasional maupun internasional.
Selain
itu, kegiatan Porseni menjadi agenda internal yang diikuti sekitar 500
mahasiswa. Berbagai cabang olahraga seperti bola voli, basket, tenis meja, dan
bulutangkis dipertandingkan sebagai bagian dari implementasi mata kuliah olahraga
dan kesenian, yang dirancang untuk membangun karakter serta meningkatkan kerja
sama tim mahasiswa.
Tak
hanya olahraga, lomba seni seperti kompetisi menyanyi dan master of ceremony
turut digelar. Antusiasme mahasiswa terlihat tinggi dalam mengikuti kegiatan
ini. Ajang tersebut diharapkan mampu menghidupkan unit kegiatan mahasiswa,
sekaligus menjadi wadah pengembangan kreativitas dan potensi non-akademik di
lingkungan kampus.
Menurut
Prof. Maidiawati, kegiatan ini tidak hanya berorientasi pada kompetisi, tetapi
juga menjadi sarana membangun soft skill dan memperkuat suasana akademik yang
lebih hidup. Ia juga menyoroti capaian mahasiswa yang telah berprestasi di
tingkat provinsi hingga nasional, khususnya pada cabang olahraga silat.
Created
By Widia/Humas