Inovasi teknologi
kembali lahir dari alumni Teknik Mesin Institut Teknologi Padang (ITP). Decky
Seprianto, S.T., berhasil memperoleh paten dari Direktorat Jenderal Kekayaan
Intelektual (DJKI) melalui invensi berjudul “Mesin Perontok Gabah Selesai dalam
Satu Proses”, yang menjadi capaian sekaligus bukti pemanfaatan ilmu teknik
secara aplikatif.
Paten tersebut
menjadi pencapaian tersendiri bagi Decky sebagai alumni Teknik Mesin ITP.
Invensi yang dihasilkan mengangkat teknologi pengolahan gabah sebagai objek
pengembangan, dengan gagasan mesin yang dapat menyelesaikan proses perontokan
dalam satu tahapan. Karya ini menunjukkan bagaimana keilmuan teknik dapat
diarahkan untuk menghasilkan teknologi yang memiliki nilai guna.
Perolehan paten
dari DJKI memberikan perlindungan kekayaan intelektual terhadap invensi yang
dihasilkan. Bagi seorang inventor, sertifikat paten tidak hanya menjadi
pengakuan atas karya teknologi, tetapi juga membuka peluang agar inovasi dapat
dikembangkan lebih lanjut melalui pemanfaatan, pengembangan teknologi, maupun
kerja sama dengan berbagai pihak.
Sebagai Perguruan
Tinggi Terbaik di Sumbar, ITP terus mendorong budaya inovasi dan penerapan ilmu
pengetahuan yang dapat memberikan manfaat nyata. Jejak Decky sebagai alumni
Teknik Mesin menunjukkan bahwa proses pembelajaran di perguruan tinggi dapat
menjadi fondasi bagi lahirnya karya teknologi yang kemudian berkembang dan
memperoleh perlindungan kekayaan intelektual.
Meski informasi
yang tersedia belum merinci spesifikasi teknis, kapasitas, maupun mekanisme
kerja mesin tersebut, judul invensi menunjukkan fokus pada penyelesaian proses
perontokan gabah dalam satu proses. Pengembangan teknologi seperti ini memiliki
keterkaitan dengan kebutuhan sektor pertanian, khususnya pada tahapan
pengolahan hasil panen setelah gabah dipanen.
Capaian Decky juga
menambah catatan kontribusi alumni ITP dalam menghasilkan inovasi berbasis
teknologi. Paten yang diperoleh menjadi bagian dari perjalanan profesional
sekaligus menunjukkan bahwa karya alumni dapat berkembang melampaui lingkungan
akademik dan mendapatkan perlindungan resmi melalui sistem kekayaan intelektual
nasional.
Keberhasilan
tersebut diharapkan menjadi inspirasi bagi mahasiswa dan alumni ITP untuk terus
mengembangkan gagasan menjadi karya yang memiliki nilai guna. Dari ruang
pembelajaran Teknik Mesin hingga memperoleh paten DJKI, perjalanan Decky
Seprianto memperlihatkan bahwa inovasi dapat menjadi langkah lanjutan untuk
membawa ilmu teknik hadir dalam kebutuhan kehidupan sehari-hari.
Jejak inovasi Decky
sebenarnya telah terlihat sejak masih menjadi mahasiswa Teknik Mesin ITP. Pada
2025, ia bersama tim berhasil memperoleh pendanaan Program Kreativitas
Mahasiswa (PKM) skema Riset Eksakta melalui karya “Brina: Analisis Biobriket
Non Adhesive dari Pemanfaatan Limbah Serat TKKS dan Cangkang Sawit sebagai
Sumber Energi Terbarukan”. Tim tersebut menjadi satu-satunya perwakilan ITP
yang lolos seleksi nasional dari ribuan proposal yang masuk ke
Kemendiktisaintek.
Created By
Widia/Humas