• Bravo, Inovasi Mesin Briket Biomassa Tim LIMBRIMAS ITP Raih Juara 1 MECREC 2026

- 05 November 2026

Inovasi pengolahan limbah menjadi energi alternatif mengantarkan mahasiswa Institut Teknologi Padang (ITP) meraih prestasi membanggakan. Tim LIMBRIMAS dari Program Studi Teknik Mesin berhasil meraih juara pertama, dalam ajang Mechanical Creativity (MECREC) 2026 melalui rancangan mesin pencetak briket biomassa berbahan limbah serat tandan kosong kelapa sawit (TKKS) tanpa perekat, Rabu (04/11).Keberhasilan ini menjadi bukti kreativitas mahasiswa dalam menghadirkan solusi teknologi yang berpotensi mendukung pemanfaatan limbah secara produktif. Melalui purwarupa mesin pencetak briket biomassa, Tim LIMBRIMAS mengembangkan inovasi yang menggabungkan rekayasa mesin dan prinsip keberlanjutan, sekaligus membuka peluang pemanfaatan sumber daya yang selama ini belum optimal.Keunggulan inovasi LIMBRIMAS terletak pada pemanfaatan serat TKKS sebagai bahan baku briket biomassa tanpa tambahan perekat. Pendekatan tersebut menjadi bagian dari upaya mengembangkan teknologi pengolahan limbah yang lebih efisien. Mesin yang dirancang mahasiswa ini menunjukkan bagaimana kreativitas dan penerapan ilmu teknik dapat menghasilkan solusi yang relevan dengan kebutuhan lingkungan dan energi.Sebagai Perguruan Tinggi Terbaik di Sumbar, ITP terus mendorong mahasiswa untuk mengembangkan inovasi berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Prestasi Tim LIMBRIMAS mencerminkan perkembangan positif budaya riset dan kreativitas mahasiswa, khususnya dalam menghadirkan teknologi yang berorientasi pada keberlanjutan dan pemanfaatan potensi sumber daya lokal.Ajang MECREC 2026 yang diselenggarakan Departemen Teknik Mesin Universitas Andalas menjadi ruang bagi mahasiswa antar perguruan tinggi di Indonesia untuk menunjukkan kemampuan inovasi dan rekayasa. Keberhasilan meraih juara pertama dalam kompetisi tersebut merupakan pencapaian yang patut diapresiasi sekaligus menjadi motivasi bagi mahasiswa ITP untuk terus mengembangkan gagasan menjadi karya nyata.Capaian gemilang tersebut merupakan buah dedikasi delegasi tangguh Engineer Muda Teknik Mesin, Fakultas Teknik ITP, yang terdiri atas Suci Ramadani (2023110061), Aldi Surya Rifki (2023110044), dan Hafiz Alfazri R (2023110047). Inovasi mesin pencetak briket biomassa ini dikembangkan di bawah bimbingan langsung Dekan Fakultas Teknik ITP, Dr. Ir. Nofriady Handra, S.T., M.Sc., IPM., ASEAN Eng., APEC Eng. Beliau mengapresiasi capaian membanggakan tersebut. Menurutnya, prestasi ini mencerminkan potensi mahasiswa dalam mengintegrasikan kompetensi akademik, kreativitas, dan kepedulian terhadap lingkungan menjadi inovasi yang aplikatif. Capaian ini sekaligus memperkuat komitmen Fakultas Teknik ITP dalam mendukung pengembangan karya inovatif mahasiswa.Keberhasilan Tim LIMBRIMAS juga berkontribusi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan ke-7 tentang Energi Bersih dan Terjangkau melalui pengembangan bahan bakar alternatif berbasis biomassa. Inovasi ini turut mendukung tujuan ke-9 tentang Industri, Inovasi, dan Infrastruktur serta tujuan ke-12 tentang Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab melalui pemanfaatan limbah TKKS menjadi produk bernilai tambah.Created By Widia/Humas  ...

Berita Terbaru

Institut Teknologi Padang – Institut Teknologi Padang (ITP) berhasil memenangkan hibah Program Kompetisi Kampus Merdeka (PKKM) Tahun Anggaran 2022 dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek). Keberhasilan ini menjadikan ITP satu-satunya perguruan tinggi swasta di Sumatera Barat yang berhasil lolos dalam program ini. Hal ini ditetapkan dalam surat Kemendikbudristek Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi (Ditjen Dikti) No. 0459/E.E3/PM.00.03/2022 pada tanggal 13 Juni 2022 tentang penerima bantuan PKKM Tahun Kedua Tahun Anggaran 2022. Rektor ITP, Dr. Ir. Hendri Nofrianto, M.T. mengatakan ini adalah kali kedua ITP memenangkan hibah PKKM. Dimana tahun 2021 lalu, ITP mendapatkan hibah PKKM untuk Program Studi Teknik Sipil, Teknik Elektro, dan ISS-MBKM. Tahun 2022 ini, ITP kembali berhasil memperoleh hibah PKKM untuk Program Studi Teknik Mesin, Teknik Informatika serta ISS-MBKM. “Alhamdulillah, dari 92 PTS di Sumbar, yang mendapatkan hibah dan dipanggil untuk verifikasi satu-satunya hanya ITP,” ujar Hendri di hadapan wartawan, Kamis (7/7). Verifikasi yang dilakukan secara langsung di Hotel Ibis Styles, Bekasi, dihadiri oleh Tim Penyusun Proposal PKKM Tahun Anggaran 2022 yang berlangsung pada 1 – 3 Juli lalu dengan 3 evaluator utusan dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi. Dengan keberhasilan itu, maka ITP sudah dua tahun berturut-turut mendapatkan hibah PKKM ini. Yakni tahun 2021 senilai Rp 2,6 miliar dan tahun ini senilai Rp 2,4 miliar. “Jadi dalam 2 tahun ini, ITP mendapatkan hibah PKKM sebesar Rp 5 miliar,” ungkap Hendri. Menurutnya, keberhasilan ini menunjukkan bahwa ITP solid di dalam bekerja dan ada kemauan para dewan dosen untuk maju bersama. Lebih lanjut dikatakan, ada 3 cita-cita pemerintah melalui kementerian terkait untuk PKKM ini yakni pertama, meningkatnya kualitas lulusan pendidikan tinggi, bukan hanya dari kuliah tatap muka saja, tapi harus bisa mengimplementasikan 8 Indikator Kinerja Utama (IKU) yang dirancang kementerian. Salah satunya adalah mulai tahun 2021 lalu, mahasiswa diwajibkan untuk magang, student exchange dan turun ke lapangan. “Jadi tujuan dari itu semua adalah mempersiapkan lulusan yang memiliki jiwa kepemimpinan, jiwa kewirausahaan dan manajerial yang baik,” tuturnya. Lalu kedua, meningkatnya kualitas dosen pendidikan tinggi dan ketiga meningkatnya kualitas kurikulum dan pembelajaran yang diukur melalui 8 IKU. “Seluruh kegiatan ini sasarannya adalah mahasiswa, maka pendanaan transportasi, biaya hidup mahasiswa di tempat magang ditanggung pemerintah melalui hibah PKKM ini,” jelas Hendri. Sementara itu, Wakil Rektor II, Yusreni Warmi, Dr.Eng. menambahkan, program yang akan dilakukan tahun ini untuk Program Studi Teknik Informatika dan Teknik Mesin adalah terkait implementasi Merdeka Belajar – Kampus Merdeka (MBKM). “Di sini, ITP akan mengirim mahasiswa magang dan student exchange ke 5 kampus yang bekerja sama dengan ITP,” ujarnya. Selain program magang dan student exchange, ada juga program studi independen yang diterapkan di Program Studi Teknik Informatika. Ia menambahkan, alasan dua prodi tersebut mengikuti PKKM adalah karena Program Studi Teknik Mesin dari segi akreditasi penilaiannya sudah hampir mendekati unggul. Sementara Teknik Informatika, karena prodi ini sekarang memiliki tren yang bagus. “Harapan kita, dengan adanya kepercayaan pemerintah ini bisa mempercepat ITP menjadi World Class University (WCU) yang seharusnya sekitar 20 tahun ke depan menjadi 10 tahun atau 15 tahun,” harapnya. (nad/humas) ...

08 Juli 2022 #fakultas-teknik #prestasi #teknik-informatika #teknik-mesin #webrometric

Institut Teknologi Padang – Direktorat Rumah Susun Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) hari ini menyambangi Kampus I Institut Teknologi Padang di Jalan Gajah Mada Kandis Nanggalo Padang, Jumat (8/7/2022). Pertemuan ini dihadiri oleh Rektor bersama jajarannya, Subdirektorat Wilayah I Direktorat Rumah Susun, Rendy Setiawan, S.T. didampingi Tim Satker Perumahan Provinsi Sumatera Barat. Agenda kali ini berkaitan tentang serah terima pemanfaatan Gedung Rusunawa ITP oleh Direktorat Rumah Susun. Dalam pertemuan ini Rendy menyebutkan ITP sudah sangat baik dalam pengelolaan rusunawa, untuk pengembangan kedepan akan dibangun rusunawa untuk putri.Agenda ditutup dengan kunjungan secara langsung ke Rusunawa ITP yang berlokasi sama dengan Kampus II ITP, Jalan DPR, Aia Pacah Padang. (nad/humas) ...

08 Juli 2022 #institut-teknologi-padang #kegiatan #webometrics

Institut Teknologi Padang – Dr. Ir. Hendri Nofrianto, M.T. terpilih menjadi Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) Wilayah X-A periode 2022 – 2026. Terpilihnya Rektor ITP ini berlangsung dalam Musyawarah Wilayah ke VI yang diadakan di UPI Convention Center, Rabu 23 Juni 2022. Hadir dalam acara tersebut Gubernur Sumatera Barat, Kepala LLDIKTI Wilayah X, Ketua Umum APTISI Pusat, Ketua Yayasan PTK, Pimpinan Yayasan, dan Pimpinan Wilayah X-A. Hendri menjelaskan, ada beberapa isu yang dibahas diantaranya peningkatan kualitas perguruan tinggi swasta di Sumatera Barat. “Dari 92 PTS di Sumbar yang betul-betul baik secara pendapatan maupun roda organisasi pendidikan tinggi tidak sampai 30 persen. Sementara 70 persen itu jumlah mahasiswa masih di bawah seribu orang. Bahkan ada beberapa perguruan tinggi di Sumbar yang jumlah mahasiswanya nol atau tidak ada sama sekali. Ada juga empat puluh orang mahasiswa,” tutur Hendri. Sementara itu, untuk visi ke depan akan dilakukan perubahan terhadap visi yang sudah ada yaitu bagaimana bisa menjadi perguruan tinggi bertaraf internasional atau “World Class University” tahun 2040. Hal itu sudah berjalan di tahun 2022, maka visi tersebut akan dikembangkan menjadi 2050 bagaimana membawa perguruan tinggi di Sumbar ini menjadi World Class University. Program kerjanya bagaimana kemudian bisa mengangkat kualitas dan kuantitas PTS yang ada di Sumbar. Hendri menginginkan adanya peningkatan terhadap kualitas perguruan tinggi di Sumbar yang harus dikawal secara bersama-sama. Pihaknya akan menumbuh kembangkan dan menyosialisasikan kepada rekan-rekan dari PTS yang lainnya. Sementara itu Ketua APTISI Wilayah X-A sebelumnya, Drs. H. Zulfa Eff Uli Ras, M.Pd. menyampaikan, salah satu syarat menjadi seorang Ketua APTISI itu adalah mampu mengatasi persoalan yang ada di PTS, karena PTS memiliki tantangan tersendiri, diantaranya jumlah mahasiswa, akreditasi yang masih rendah, dan berbagai persoalan lainnya. Harapannya Ketua terpilih mampu untuk mengatasi persoalan ini nantinya. (nad/humas) ...

23 Juni 2022 #dosen #webrometric