• Bangga Berbatik, Empat Engineer Muda ITP Bawa Identitas Indonesia ke Malaysia

- 14 Oktober 2026

Semangat mengenalkan budaya Indonesia hadir dalam perjalanan empat Engineer Muda Teknik Sipil Institut Teknologi Padang (ITP) yang mengikuti program Student Mobility di Malaysia. Muhammad Rizky Efendi, Falih Dio Pratama, Radhitya Antony, dan Nafila Febriana Diza mengenakan batik dalam rangka memperingati Hari Batik Nasional pada 2 Oktober lalu. Momen tersebut menjadi bagian dari pengalaman mereka selama menjalani program di Negeri Jiran. Di tengah aktivitas akademik dan interaksi lintas negara, batik menjadi simbol identitas budaya Indonesia yang dapat diperkenalkan melalui cara sederhana, sekaligus menunjukkan kebanggaan mahasiswa terhadap warisan budaya bangsa. Selama mengikuti Student Mobility, keempat mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman belajar di lingkungan internasional, tetapi juga memperluas pertemanan dan membangun relasi dengan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi. Interaksi tersebut membuka kesempatan untuk bertukar pengalaman, mengenal perspektif baru, serta memahami kehidupan akademik di negara lain. Pengalaman di Malaysia juga memberi ruang bagi mahasiswa untuk mengenal lingkungan dan budaya setempat secara langsung. Pertemuan dengan mahasiswa dari latar belakang berbeda menjadi kesempatan untuk membangun komunikasi lintas budaya, memperluas wawasan, serta mengembangkan kemampuan beradaptasi dalam lingkungan internasional. Sebagai Perguruan Tinggi Terbaik di Sumbar, ITP terus mendorong mahasiswa agar berani memperluas pengalaman melalui pembelajaran di luar kampus. Program Student Mobility menjadi salah satu ruang bagi Engineer Muda untuk mengembangkan wawasan global, membangun jejaring, dan membawa identitas Indonesia saat berinteraksi di lingkungan internasional. Peringatan Hari Batik Nasional melalui penggunaan batik di Malaysia memperlihatkan bahwa pengenalan budaya dapat dilakukan melalui tindakan sederhana. Bagi mahasiswa yang sedang berada di luar negeri, mengenakan batik menjadi cara untuk menunjukkan apresiasi terhadap warisan budaya sekaligus membuka peluang percakapan tentang kekayaan tradisi Indonesia. Perjalanan Muhammad Rizky Efendi, Falih Dio Pratama, Radhitya Antony, dan Nafila Febriana Diza menjadi bagian dari pengalaman berharga dalam program Student Mobility ITP. Selain memperluas pengetahuan dan relasi, pengalaman ini juga menghadirkan kesempatan untuk membawa identitas budaya Indonesia ke lingkungan internasional.   Created By Widia/Humas   ...

Berita Terbaru

Institut Teknologi Padang (ITP) kembali menunjukkan komitmennya terhadap tata kelola perguruan tinggi yang profesional dan berintegritas melalui penyelenggaraan Rapat Koordinasi Program Kerja Tengah Tahun 2025, yang digelar pada Rabu, (02/07). Rapat dipimpin langsung oleh Rektor ITP, Prof. Dr. Ade Indra, S.T., M.T., IPM dan dihadiri oleh seluruh jajaran pimpinan, Ketua Program Studi serta perwakilan unit kerja di lingkungan kampus.    Dalam sambutannya, Prof. Ade Indra menegaskan pentingnya penerapan prinsip good governance sebagai fondasi utama tata kelola kampus modern. Menurutnya, transparansi, akuntabilitas, dan partisipasi menjadi tiga pilar utama yang harus dijalankan secara konsisten. Beliau menambahkan, orientasi utama ITP adalah memastikan sinergi antara visi akademik, inovasi riset, dan kontribusi sosial.    Rapat koordinasi ini menjadi momentum strategis untuk melakukan evaluasi dan penyelarasan arah kebijakan kampus menuju paruh akhir tahun.  Seluruh pimpinan fakultas, biro, dan lembaga memaparkan capaian program kerja selama semester pertama tahun 2025, serta menyusun strategi akselerasi untuk semester berikutnya. Pembahasan meliputi peningkatan mutu akademik, optimalisasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, serta penguatan kerja sama nasional dan internasional. Fokus pembahasan rapat turut diarahkan pada peningkatan daya saing lulusan. ITP menargetkan mahasiswa tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki keterampilan abad ke-21 seperti berpikir kritis, komunikasi efektif, dan kemampuan adaptasi teknologi. Dalam sesi diskusi, pimpinan fakultas Teknik Sipil dan Teknik Elektro memaparkan inisiatif baru berupa integrasi kurikulum Outcome Based Education (OBE) yang selaras dengan kebutuhan industri dan dunia kerja global.   Selain akademik, aspek tata kelola keuangan dan administrasi juga menjadi sorotan utama. Rektor menekankan pentingnya sistem penganggaran berbasis kinerja yang efisien dan akuntabel. Dari sisi riset dan pengabdian masyarakat, ITP terus memperkuat perannya sebagai kampus yang berdampak.  Dalam rapat tersebut, Prof. Ade Indra juga menyoroti pentingnya budaya kerja kolaboratif dan komunikasi lintas unit. Ia menegaskan bahwa keberhasilan sebuah Beliau juga mengajak seluruh civitas akademika untuk menumbuhkan semangat continuous improvement sebagai budaya kerja di lingkungan kampus.     Created By Widia/Humas   ...

02 Juli 2025

Meningkatkan kualitas pendidikan tinggi berbasis praktik nyata, Institut Teknologi Padang (ITP) terus menghadirkan kegiatan pembelajaran yang relevan dengan dinamika industri dan isu global. Salah satu langkah tersebut diwujudkan dalam bentuk kuliah tamu yang digelar oleh Program Studi Teknik Lingkungan pada Kamis, (19/06).    Bertempat di Aula Gedung D Kampus I ITP, kegiatan ini menghadirkan narasumber profesional, Fadli Lulrahman, M.T., dengan mengangkat tema strategis: “Teknik Analisis dan Pengujian Kualitas Lingkungan di Laboratorium.” Acara ini menjadi ruang bertemunya teori akademik dan pengalaman lapangan yang nyata.    Kegiatan kuliah tamu ini dibuka secara resmi oleh Ketua Program Studi Teknik Lingkungan ITP, Dr. Herix Sonata MS, M.Si. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya penguasaan analisis laboratorium bagi mahasiswa teknik lingkungan. Kuliah tamu ini diharapkan mampu menjadi jembatan antara teori perkuliahan dan realitas lapangan yang kerap berubah dinamis.    “Tantangan pengelolaan lingkungan semakin kompleks. Mahasiswa harus mampu membaca data, menganalisis dengan tepat, dan memahami standar kualitas lingkungan yang berlaku, baik nasional maupun internasional,” ujar beliau.    Acara ini dipandu secara interaktif oleh dosen muda Teknik Lingkungan, Nurmeizon Saleh, M.Si., yang turut memberi warna akademik pada sesi diskusi. Kuliah tamu ini menjadi ajang yang mempertemukan nalar ilmiah dengan praktik laboratorium yang aplikatif, terutama dalam konteks pengujian kualitas air, udara, dan tanah.   Fadli Lulrahman, M.T., dalam paparannya menjelaskan berbagai metode analisis laboratorium yang menjadi standar dalam pengujian kualitas lingkungan. Ia memaparkan teknik-teknik seperti spektrofotometri, kromatografi, hingga metode titrasi yang masih banyak digunakan untuk mendeteksi kandungan polutan.    Lebih jauh, Fadli menyoroti tantangan laboratorium lingkungan di Indonesia, mulai dari keterbatasan alat, kualitas SDM, hingga standar prosedur yang masih belum seragam di beberapa daerah. Ia mengajak mahasiswa untuk kritis dan adaptif dalam membaca hasil uji.    Kuliah tamu ini juga menjadi bagian dari strategi pembelajaran berbasis outcome (Outcome-Based Education/OBE) yang tengah diterapkan ITP. Pendekatan ini menekankan pada penguatan kompetensi nyata yang dibutuhkan di dunia kerja. Melalui kuliah tamu seperti ini, mahasiswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga menyelami prosedur teknis, perangkat laboratorium, dan kualitas data lingkungan secara langsung dari praktisi yang telah lama berkecimpung di bidangnya.   Dalam sesi penutup, dibahas kemungkinan pengembangan kurikulum berbasis kebutuhan industri lingkungan serta rencana kolaborasi pelatihan laboran untuk mahasiswa. Dengan ekosistem akademik yang terus berkembang, ITP kian mantap menempatkan diri sebagai kampus teknik unggulan di Sumatera yang adaptif terhadap tantangan lingkungan masa depan.     Created By Widia/Humas     ...

02 Juli 2025 #fakultas-teknik #pendidikan #publikasi #teknik-lingkungan #webometrics